Kapolda Papua Barat Brigjen Rudolf Alberth Rodja Kecewa Tuntutan Kasus Miras 8 Bulan

oleh
Jasa Website murah

Saturealita, Papua Barat – Kapolda Papua Barat Brigjen Rudolf Alberth Rodja ketika di jumpai pekerja pers di lapangan (TKP) menyampaikan perolehan informasi terkait awal mula miras yang di grebek oleh anggota polda papua barat bersumber dari masyarakat  yang tidak di kenal, “bahwa ada kapal yang membawah minuman keras atau cap tikus ke gudangnya labora sitorus”, guna mengecek kebenaran informasi itu saya perintahkan Direktur Narkoba dan Direktur Intel untuk mengecek kebenaran tersebut, dan hasilnya di lapangan terdapat 819 galon 25 liter, jadi kalau di totalkan 20,47 ton”, tuturnya

Saya sedikit kecewa dengan tuntutan 8 bulan penjara pada terdakwa kasus miras milyaran rupiah MS, yang di ajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Sorong.

Rehabilitasi narkoba

“Saya sedikit kecewa dengan Jaksa  yang hanya menuntut 8 bulan penjara padahal, menurutnya miras itu dapat merusak ribuan masyarakat di papua”,  tuturnya pada pekerja pers (3/3).

Untuk itu Kapolda berharap agar vonis atau tuntutan pada pelaku sesuai dengan undang-undang kesehatan yang berlaku. Sangat miris dan disayangkan sekali masyarakat yang menjadi korban miras” pungkasnya.

Ditambahkan juga oleh Dirut  narkoba polda Papua Barat via telepon seluler bahwa ada 3 tersangka yang berinisial MS, JJ dan EM di kenakan undang undang no 8 tahun 2004 tentang pangan dan pasal 24 KUHP tentang keselamatan orang, tetapi tetap di perjualbelikannya.

MS  alias monang  adalah putra Labora Sitorus, oknum polisi kala itu yang menghebohkan seluruh Indonesia karena memiliki rekening gendut 1, 5 Triliun. (Charles)

Print Friendly, PDF & Email