Pemprov Riau Tinjau Ulang Pinjam Pakai Lahan Pujasera dengan Pemko Pekanbaru.

oleh
Jasa Website murah

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU– Kawasan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) yang berada di Jalan Arifin Achmad Kota Pekanbaru kini tidak termanfaatkan.

Padahal aset Pemprov yang dipinjampakaikan ke Pemko Pekanbaru itu tujuannya agar bermanfaat bagi masyarakat.

Rehabilitasi narkoba

Kondisinya sendiri saat ini tidak terurus, bahkan beberapa waktu lalu, bangunan yang sebelumnya dijadikan pasar dan pusat jalanan tersebut sudah mulai hancur.

Sementara rumput liar juga tumbuh dilokasi tersebut.

Maklum sudah lama tidak difungsikan lagi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

Sebelumnya Pujasera ini awalnya sempat menjadi pusat jajanan masyarakat, namun berubah menjadi tempat nongkrong wanita tuna susila dan sempat dijadikan pasar khusus Oleh-oleh namun tidak berkembang.

Saat ini Pujasera tanpa ada aktivitas dan bahkan dijadikan sejumlah pihak terutama anak muda untuk tempat mesum dan tempat Gelandang dan pengemis lainnya.

“Banyak anak – anak kalau mojok di dalam itu, kasihan Pujasera ini padahal dimanfaatkan bagus untuk masyarakat, “ujar Rahmat seorang warga yang tinggal di Jalan Arifin Achmad dekat Pujasera tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau Syahrial Abdi menjelaskan secara administrasi lahan Pujasera adalah milik Pemprov dan pencatatan aset di Setdaprov namun dilakukan Pinjam pakai ke Pemko Pekanbaru.

“Sebagaimana awal tujuan pinjam pakai ke Pemko adalah untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat, “ujar Syahrial Abdi kepada Tribun.

Makanya saat ini lanjut Syahrial Abdi pihaknya perlu mendudukkan kembali terkait perjanjian pinjam pakai kepada Pemko Pekanbaru tersebut.

Melihat kondisi dilapangan juga sampai saat ini tidak termanfaatkan oleh masyarakat.

“Makanya akan kita Tinjau ulang seperti apa nantinya kelanjutan pinjam pakai yang diberikan kepada Pemko Pekanbaru, “ujar Syahrial.

Apakah akan diperpanjang lagi perjanjian kerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Kota Pekanbaru itu atau seperti apa nanti lanjut Syahrial Abdi akan diproses dan dibahas.

“Untuk Perpanjangannya apakah nanti dilanjutkan akan dilihat dulu. Pada prinsipnya bagi kita itu bagaimana dimanfaatkan dengan baik. Apakah itu untuk Pelayanan masyarakat dan fasilitas masyarakat dimanfaatkan dengan baik, “ujar Syahrial.

Untuk kontrak kerjasama sendiri antara Pemprov dan Pemko bukan perjanjian bisnis melainkan hanya kesepakatan pemerintah dengan pemerintah dengan memperhatikan pemanfaatan kepada masyarakat.(*)

sumber : TribunPekanbaru.com

Print Friendly, PDF & Email