Junjung Tinggi Marwah Serta Adat Istiadat Kemelayuan, LAM Pekanbaru Senergi Dengan Organisasi dan Peguyuban Mahasiswa

oleh
Para ketua organisasi dan peguyuban Mahasiswa Melayu Riau foto bersama dengan Ketua LAM Kota Pekanbaru usai diskusi belum lama ini (foto Dani)
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru– Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru bersama perwakilan organisasi kemahasiswaan se-kabupaten/kota, berkomitmen untuk menjunjung tinggi marwah serta adat istiadat Kemelayuan.

Pertemuan ini dilaksanakan diruang rapat umum gedung LAM kota Pekanbaru, menghadirkan seluruh perwakilan organisasi kemahasiswaan dan paguyuban se-riau.

Rehabilitasi narkoba

Kegiatan yang dibungkus lewat diskusi, menggambarkan beberapa poin yang diangap penting dan perlu diusulkan kepada LAM kota Pekanbaru.

Poin tersebut melibatkan diantaranya, mendorong LAM Pekanbaru untuk ikut turun membantu penyelesaian masalah yang ada di Riau seperti permasalahan perbatasan antar daerah, menguatkan kembali jiwa budaya Melayu Riau khususnya kota Pekanbaru, mengusulkan agar dibidang pendidikan terdapat mata pelajaran Bahasa Melayu guna mengentalkan kembali serta memberikan program bantuan beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa Riau.

“Kami menyambut baik niat dan usulan dari adek mahasiswa yang tergabung dalam organisasi maupun peguyuban. Ini akan segera kita realisasi tentunya saling dukung mendukung agar usulan menjadi progam kerja LAM kedepannya”, Kata Ketua LAM Kota Pekanbaru Yose Saputra, Jumat (16/03/2018) kemarin.

Selain diskusi, pertemuan ini juga diiring dengan pemasangan tanjak oleh Ketua LAM Pekanbaru kepada masing-masing ketua paguyuban dan organisasi Mahasiswa se-Riau sebagai simbol orang Melayu.

Pada kesempatan pertemuan diskusi, juga dihadiri ketua Himpunan Mahasiswa Indaragiri Hulu (HIMAINHU) Anggi Destriono dan Sekretaris Bella Yolanda serta Ketua HIMAINHU Komisaris Universitas Islam Riau (UIR) Dwiky.

Ia berpendapat, bahwa kemelayuan sekarang ini hampir dikikis oleh zaman modrenisasi. Kemunduran, tentunya belum mengalami keterlambatan, maka dari itu mari bersama-sama dijaga dengan menanamkan nilai kebudaya melayu yang dikenal santun dan ramah, baik secara lisan maupun perbuatan.

“Kita berharap, kebersamaan inilah yang akan menjadi penompak tetkikisnya kebudayaan ditangan generasi muda melayu”,pungkas Anggi (Dani/***).

Print Friendly, PDF & Email