Datangi Kampus Unilak, Pegawai Pemprov Riau Ini Akhirnya Minta Maaf

oleh
Jasa Website murah

Saturealita.com  Buntut perkataan oknum pegawai Pemerintahan Provinsi Riau, yang berkata kasar dan mengandung unsur penghinaan yang viral di sosial media membuat mahasiswa Unilak berang.

Ketiga pelaku penghinaan itu, satu pria dan dua wanita berinisial BEP, SN dan AT.Awal kejadian ini dimulai saat ratusan mahasiswa Unilak pada Kamis (5/4/2018) lalu, melakukan aksi demo menuntut kejelasan pencairan bantuan pendidikan Bansos Kesra.

Rehabilitasi narkoba

ada saat itulah, tiga oknum tersebut menyebut kata kata penghinaan dan direkam kemudian viral di sosial media.

Akhirnya ketiga pelaku yang didampingi oleh asisten I pemprov Riau Ahmad Syarofi, kepala biro kesra Masrul Kasmi datang untuk menghadirkan tiga pelaku untuk meminta maaf.

Didepan ribuan mahasiswa Unilak, salah satu pelaku pria membacakannya menyatakan permintaan maaf untuk yang pertama dan terakhir kalinya dan siap di proses hukum dan diberhentikan.

Sementara itu salah satu pelaku wanita diketahui sedang hamil

Rektor Unilak, Hasnati yang turut hadir ikut menenangkan mahasiswa, dalam pidatonya, ia mengatakan sangat mengapresiasi itikat baik Pemprov Riau yang datang ke Unilak.

“Mahasiswa tersinggung, saya lebih tersinggung lagi tapi tidak harus diselesaikan secara frontal,” katanya

Rektor menambahkan, mahasiswa dapat berfikir secara logis dan intelektual.

“Memperbaiki keadaan, tidak harus dengan kekerasan. Lancang kuning berbudaya melayu dan mahasiswa Unilak harus mencerminkan budaya melayu tersebut,” tambah rektor.

Sementara itu, di tempat yang sama Presiden Mahasiswa Unilak Ervan mengatakan Pemrov Riau harus memberikan sanksi, ” Harus diproses hukum sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ervan.(*)

sumber : tribunpekanbaru.com

Print Friendly, PDF & Email