Pemko Pekanbaru Serahkan Aset Pasar Cik Puan ke Pemprov Riau, Ini Harapan Walikota

oleh
Jasa Website murah

saturealita.com Nasib kelanjutan pembangunan pasar cikpuan yang berada di Jalan Tuanku Tambusai memasuki babak baru. Setelah dibiarkan mangkrak selama bertahun-tahun kini Pemko Pekanbaru akhirnya mengalah.

Persoalan aset yang selama ini digadang-gadangkan menjadi akar masalah karena tercatat di Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau mengerucut pada keputusan baru. Dimana Walikota Pekanbaru, Firdaus MT sepakat aset lahan pasar cikpuan yang selama ini tercatat di Kartu Inventaris Barang (KIB) Pemko Pekanbaru akan diserahkan ke Pemprov Riau.

Rehabilitasi narkoba

Dengan keputusan ini, maka seluruh lahan yang ada di Pasar Cikpuan tersebut hanya tercatat di Pemprov Riau. Sebab, Pemko akan menghapuskan aset tersebut dari KIB Pemko Pekanbaru.

“Sampai sekarang kan pencatatan asetnya ada dua. Satu tercatat di Pemko dan satu lagi tercatat Pemprov, ini kan tidak boleh. Kami sepakat mengalah saja, silakan asetnya tercatat semuanya di provinsi,” kata Firdaus, Kamis (19/7/2018).

Firdaus berharap dengan kebijakan ini bisa mengurai benang kusut pasar cikpuan yang sudah bertahun-tahun tidak ada penyelesaianya.

Meski asetnya akan diserahkan seluruhnya ke Pemprov Riau, Pemko masih berharap untuk pengelolaan pasarnya bisa diserahkan ke Pemko Pekanbaru.

“Kita harapkan pengelolaanya diserahkan ke Pemko. Tapi kalau Pemprov juga tidak mau (menyerahkan pengelolaan pasarnya ke Pemko) tidak apa-apa, silahkan Pemprov sendiri yang mengelola,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru menaruh harapan yang besar terhadap gubenur Riau yang baru ini. Khususnya dalam hal penyelesaian pemasalahan pasar Cik Puan yang hingga kini tidak kunjung tuntas.Pembangunan pasar Cik Puan yang berada di Jalan Tuanku Tambusai terhenti sejak tahun 2012. Bangunan pasar ini pun akhirnya mangkrak dan dibiarkan terbengkalai hingga saat ini. Persoalan status kepemilikan lahan yang tercatat di Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau digadang-gadangkan menjadi biang penyebab pasar ini tidak bisa dilanjutkan pembangunannya.

“Iya, mudah-mudahan ada titik terang dan bisa segera dituntaskan,” kata Asisten II Bidang Pembangunan Setdako Pekanbaru, El Syabrina beberapa waktu lalu.

Pemko Pekanbaru bersikukuh akan tetap menyerahkan Pasar Cik Puan ke pihak ketiga. Keterbatan anggaran yang dimiliki oleh Pemko Pekanbaru disebut-sebut menjadi salah satu alasan kenapa pasar Cik Puan harus diserahkan pembangunannya ke pihak ketiga.”Kalau dibangun dengan dana APBD, nanti lama prosesnya, bisa bertahun-tahun untuk penganggarannya,” katanya.

Akibat keterbatasan anggaran tersebut skema Build, Operate dan Transfer atau BOT menjadi solusinya. Yakni dengan menyerahkan pembangunannya ke pihak swasta, kemudian mereka yang mengelola sampai waktu yang ditentukan.

“Setelah dikelola pihak swasta selama beberapa tahun, kalau sudah habis kerjasamanya baru nanti diserahkan ke pemerintah dan secara resmi menjadi aset pemerintah,” ujarnya.

Sistem pengelolaan pasar dengan cara BOT dinyakini menjadi solusi atas persoalan ini. Bahkan Pemko mengklaim skema ini sudak sukses diterapkan dibeberapa pasar di Pekanbaru.

Seperti diketahui, sejak tahun 2012 lalu pembangunan pasar cik puan yang berada di Jalan Tuanku Tambusai dibiarkan mangkrak. Sejumlah pedagang kembali mempertanyakan keseriusan Pemko Pekanbaru untuk melanjutkan pembangunan yang sudah menelan APBD Pekanbaru sekitar Rp 20 miliar ini. Pedagang berharap pembangunan pasar cik puan yang sudah lama mangkrak bisa dilanjutkan pembangunannya. Sebab selama bertahun-tahun mereka berjuala di kios-kios sementara. (*)

sumber : tribunpekanbaru.com

Print Friendly, PDF & Email