Batang Tuaka Sebuah Lengenda Cerita Rakyat Sang Anak Durhaka

oleh
Teater Blacan Art Comunity
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru-Panggung Seni Kreatif (PSK) Dinas Pariwisata (Dispar) ke-16 minggu keempat bulan Juli 2018 kembali digelar.

Penyaji pertama dari penampilan teater Blacan Art Comunity dengan judul Batang Tuaka sebuah lengenda cerita Rakyat Sang Anak Durhaka karya Rina Ne.

Rehabilitasi narkoba

Dalam penampilan teater menceritakan salah satu desa terpencil kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) seorang ibu yang hidupnya miskin hanya mencari kayu bersama anaknya bernama Tuaka.

Sanggar Nurul Arif menyajikan syair Melayu

Suatu hari, Tuaka mendapat mustika dan memberi kabar kepada emaknya. Sang emak terkejut dan membuang mustika tersebut.

Kemudian Tuaka berkeras mengambil mustika dan memberikan kepada salah seorang saudagar dan menjualnya kenegeri seberang Malaysia.

Pendek cerita, Tuaka memohon izin kepada emak untuk ikut saudagar berlayar ke Malaysia. Dengan berat hati emak sebenarnya tidak rela anaknya pergi. Tapi apa hendak dikata, pada akhirnya mengizinkan Tuaka.

Selang Beberapa tahun kemudian, ada sebuah kapal besar belayar dan singgah didesa tempat kelahiran Tuaka.

Melihat kabar ada kapal yang singgah, emak Tuaka bergegas menghapiri dan bertanya siapakah gerangan awak dan pemilik kapal tersebut.

Emak yang begitu gembira, langsung menayakan kepada nakoda kapal. Alangkah terkejutnya ternyata awak kapal adalah anaknya bernama Tuaka.

Eta Blues Band, genre blues

Sayang sangat disayang, karena Tuaka sudah menjadi kaya raya, tidak mau mengakui orang tua yang kusam dan lesu sebagai emaknya.

Dengan kegarangannya, Tuaka langsung mengusir emaknya melalui nakoda. Berselang tidak lama, emak yang begitu terpukul batinya langsung mengutuk Tuaka dan Istrinya menjadi burung elang serta punai.

Adapun para pemain teater Blacan Art Comunity adalah, Tri Sepnita melakoni sebagai eman, Eki Gurin Andika Tuaka Mimi Suryani Tuaka , Rinaldi saudagar Fadil orang kampung, Ifan Kurniawan pemberi kabar atau pencerita kepada emak Tuaka.

Menariknya, dalam penampilan walaupun ceritanya berkategori sedih, namun diselingi dengan lelucon membuat gelak tawa para penonton yang sedang menyaksikan pertunjukan teater tersebut.

Selain penampilan teater Blacan Art Comunity sebagai penyaji pertama,juga tampil  dari Sanggar Nurul Arif menyajikan syair Melayu dan Eta Blues Band, Genre Blues… (***)

Print Friendly, PDF & Email