Dandun Wibawa, Jadikan Ajang Festival ini Sebagai Pembinaan Serta inovasi

oleh
Executive Chef Ahmad Taufik saat berkunjung salah satu stan Riau Food Fistival 2018 Dispar Riau, Sabtu (11/8/2018) siang
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru-Bidang Ekonomi Kratif (Ekraf) Dinas Pariwisata Riau gelar Riau Food Festival 2018, 11-13 Agustus bertempat pelantaraan Air Mancur Mall SKA Pekanbaru.

Riau Food Festival 2018, diisi oleh stan 12 kabupaten/kota meliputi, Kota Pekanbaru, Kampar, Kuantan Sengingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak dan Meranti.

Rehabilitasi narkoba

Sementara itu, Kabupaten Pelalawan sementara waktu tidak bisa hadir tampa alasan oleh pihak panitia. Selain stan 12 Kabupaten/ kota juga dihadiri dari Oleh-oleh Riau dan SB Houseware berbagai alat masakan.

Dikatakan Kepala Bidang Ekraf, Dandun Wibawa melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan dan Kerjasama Ekraf Bero Soekarno S SN, bahwa Riau Food Festival 2018 bertujuan sebagai pembinaan serta inovasi dalam mengembangkan kuliner maupun oleh-oleh khas Riau.

Executiv Chef Ahmad Taufik Saat melakukan demo pembuatan bolu dari buah nenas

“Kita sengaja lakukan kegiatan ini, agar masyarakat Pekanbaru khususnya Riau mampu bersaing dalam mengembangkan kuliner”,jelasnya.

Selain mengundang dari kabupaten/kota, kegiatan ini juga menghadirkan Chef dari Jakarta yakni, Stebi Rafael dan Ahmad Taufik Executive Chef Hotel Park Cilandak Jakarta Selatan.

Terkait demo dua chef, diawali dengan Ahmad Taufik dengan menyajikan bahan terbuat dari buhan disulap menjadi sejenis kue bolu. Sedangkan chef Stebi Rafael akan melakukan demo besok, Minggu (12/8/2018) pukul 14.00 siang.

“Kita mengaja kepada semua lapisan masyarakat Pekanbaru, mari sama-sama ramaikan acara ini sambil menimba ilmu tanpa dipungut biaya apapun”,himbaunya.

Beberapa stan

Ditempat yang sama, Ahmad Taufik, memberikan apresiasi yang cukup luar biasa kepada Bidang Ekraf Dispar Riau yang mampu memberikan ilmu pelajaran tentang kuliner.

Secara pandangan umum, dari kasat mata kegiatan seperti ini memang sangat penting dilakukan dalam pengembangan kuliner kedepan.

“Saya rasa ini sangat penting sekali, dilakukan festival-festival seperti ini, karena hampir disetiap daerah mempunyai ciri khas makanan”,paparnya.

Ia menambahkan, sebenarnya, semua daratan punya produk lokal, terkadang mereka binggung untuk memasarkan produk lokal tersebut.

Lain halnya, daerah yang sudah berkembang, misalnya Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) sudah mempunyai khas oleh-oleh atau kuliner jenis kue bernama bakpia.

“Khas mereka ini sudah menasional. Nah saya menginginkan Riau juga dapat melakukan hal yang sama, tentunya melalui festival inilah menjadi kesempatan”,jelasnya.

Selanjutnya, oleh-oleh atau kuliner perlu diperhatikan yakni citra rasa, kemasan dan nilai jual, apakah wisata lokal maupun luar.

“Barangkali, ini sudah menjadi tugas pelaku kuliner dan kalau bisa dalam keinginan saya, Riau seharusnya sudah mampu membuat gerai khusus oleh-oleh atau kuliner”,pungkasnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email