Salam Pagi Indonesia, Usia-Mu Kini Sudah Berkepala 7, Gedung Pencakar Langit Menghimpit Pemungkiman Rakyat Ibu Kota

oleh
(f. Ist)
Jasa Website murah

(JAKARTA). Saat ini terlihat matahari menyinari seluruh pelosok negeri ini, seakan menyambut Dirgahayu Republik Indonesia yang Ke-73 tahun.

Diusia kepala 7, tak terasa kalau gedung pencakar langit terus berkembang, sehingga menghimpit pemungkiman, bahkan tempat pendidikan.

Rehabilitasi narkoba
Suasana Jakarta dipagi hari detik-detik Kemerdekaan Indonesia, Jumat (17/8/2018)

Namun apa hendak dikata, ini sebuah kenyataan yang tidak bisa dibantah, karena sebuah tuntutan bangsa yang berdaulat, untuk kemajuan negeri dalam persaingan global antar negara.

Ya…mungkin tidak masalah bagi sebagian penduduk Indonesia, namun adakah sedikit terbetik hati pemimpin negeri ini, tentang jeritan dan suara sumbambang dari pemungkiman masyarakat yang berada disudut gedung dan gang kecil !!!.

Buah pemikiran ini berdasarkan dari pengamatan yang terlihat, saat mengelilingi beberapa sudut kota yang berada di Jakarta.

Ada sedikit, suara bagi sekelompok manusia disaat hari kemerdekaan bergema diseluruh nusantara ini. Suara itu ada digang-gang yang sempit sulit untuk digapai, bahkan teriakan merdeka…merdeka…merdeka bergema, ketimbang disudut gedung pencakar lagit tersebut.

Sebenarnya, arti dari pada suara itu, mengisyaratkan atau menginginkan, pemimpin negeri ini, mulai dari Kepala Negara hingga pemimpin lainnya singgah sejenak melihat upaya yang dilakukan untuk memeriahkan HUT RI setiap tahunnya.

Saat upacara HUT RI ke-73 salah satu sekolah di Jakarta, Jumat (17/8/2018)

Hal ini belum pernah terjadi hingga Negara Republik Indonesia berusia 73 tahun. Artinya pemimpin negeri ini hanya disibukkan dengan kegiatan masing-masing, mulai dari Istana Kepresidenan, hingga istansi kepemerintahan lainnya.

Ironisnya, khusus Ibu Kota Jakarta, setiap merayakan Dirgahayu RI, banyak masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan secara langsung upacara kemerdekaan hanya bisa dibalik jeruji besi pagar Istana Kepresidenan, itupun dengan kapasitas yang amat terbatas.

Terkadang, perasaan dan naluri batin ini berkecamuk, apakah suatu saat nanti ada sosok pemimpin yang memperbolehkan masyarakat atau rakyat Indonesia bisa masuk keistana tersebut?. Ya sekurang-kurangnya setahun sekali saat perayaan HUT RI.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini, menjadi doa bersama masyarakat Indonesia dan setidaknya ada intruks dari pimpinan negeri ini, mengajak elemen masyarakat untuk menyaksikan perayaan kemerdekaan bukan dibalik jeruji besi pagar yang terbentang luas dan megah. Jumat 17 Agustus 2018

Print Friendly, PDF & Email