Tuntut Aksi Penolakan Neno Warisman Diusut

oleh
Jumpa pers GMMK Riau Selasa (28/8/2018) di Aula Masjid Afala Pekanbaru
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru-Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau yang tergabung dalam 53 Ormas menggelar jumpa pers, Selasa (28/8/2018). Dalam kesempatan itu, aksi penolakan kedatangan Neno Warisman diminta untuk diusut. Neno, rencananya dijadwalkan akan menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden.

Dalam jumpa pers itu, GMMK Riau mempertanyakan pengamanan yang diberikan pihak berwenang. GMMK mengingatkan pihak kepolisian terkait pengamanan sesuai wewenang Polri yang diatur sesuai Undang-Undang, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Diketahui, sempat terjadi kerusuhan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru beberapa waktu lalu, Sabtu (25/8/2018).

Rehabilitasi narkoba

Sehubungan dengan hal tersebut, GMMK Riau mempertanyakan sekaligus keberadaan kelompok penghadang dan membuat onar dalam penolakan Neno Warisman di Pekanbaru. GMMK bahkan mempertanyakan, apakah mereka yang melakukan penolakan dan penghadangan itu merupakan warga Riau.

“Tidak hanya itu, Kabinda Riau saat itu bersikap reaktif terhadap Neno Warisman dengan tindakan kasar bahkan arogan kepada tokoh masyarakat yakni H Said Lukman. Apakah fungsi Intelijen seperti itu,” kata Ketua GMMK Riau, Yana Mulyana, Selasa (28/8/2018) siang di Mesjid Al-Fallah Pekanbaru.

Atas kejadian tersebut, 53 ormas yang tergabung dalam GMMK Riau melontarkan tuntutan agar pejabat yang berwenang dapat dibuktikan secara hukum diduga terkesan ada unsur pembiaran, yang bisa berujung pidana dan mengarah ke Persekusi terhadap Neno Warisman.

“Pejabat yang berwenang dalam kejadian pembiaran tersebut harus diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya. Karena tidak layak memimpin di Negeri Melayu. Kemudian agar mengadili kelompok oknum penghadang diduga oknum bayaran (Preman-red) yang melakukan tindakan Persekusi terhadap Neno Warisman di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (25/8/2018) malam,” tegas Yana.

Sementata itu menurut Pengecara GMMK Riau, Bambang mengatakan dalam kedatangan Neno Warisman ke Pekanbaru tidak ada kaitannya dengan pelanggaran hukum.

“Kita perlu ketahui kedatangan Neno Warisman ke Pekanbaru tidak ada kaitannya dengan pelanggaran hukum. Lalu kenapa pihak kepolisian membiarkan aksi pembuat onar tersebut. Ada apa sesungguhnya negara bisa kalah dengan segerombolan orang-orang yang menghalang (membuat onar-red),” tegas Bambang.

Ditegaskan Bambang, pihaknya meminta agar masalah dugaan Persekusi yang dilakukan kelompok tersebut diusut.

“Kami akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas. dan kami meminta agar kepada dugaan preman bayaran yang bukan warga Riau harus diusut dengan tuntas,” tutupnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email