Sugiarto Kakek 57 Tahun Promosikan Pariwisata Dengan Gowes Sepeda 300 KM

oleh
Sugiarto (57) bersepeda melintasi 4 Kabupaten kota di Riau, dengan jarak tempuh 300 km
Jasa Website murah

Laporan R Heru Maindikali

Saturealita.com PekanbaruSUGIARNTO kakek berumur 57 tahun, patut diacungi jempol, pasalnya pria yang telah memiliki seorang cucu itu, dalam upayanya membantu mempromosikan pariwisata di bumi tanah tumpah darah melayu Provinsi Riau, rela bersepeda selama 2 hari.

Rehabilitasi narkoba

Sugiarto yang kerap disapa Masto tergabung dalam komunitas Wisata Gowes (bersepeda,red). Komunitas ini dibentuk oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau yang tujuan awalnya hanya komunitas bekerja menggunakan sepeda (gowes to work). Seiring berjalanya waktu komunitas itu akhirnya juga turut membantu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Riau.

Pada hari Kamis, (6/9) lalu, Masto bersama rekan-rekanya melakukan wisata gowes. Jarak yang ditempuh memang lumayan jauh yaitu sekitar 300 kilo meter, melintasi 1 Kota dan 3 Kabupaten di Provinsi Riau yaitu, Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir. Dimulai dari Kota Pekanbaru menuju Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Alasan dipilihnya arah tujuan ke Kota Tembilahan, karena jarak tempuh Kota tersebut dari Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau adalah jarak paling terpanjang, yaitu sekitar 300 kilo meter dan melintasi beberapa spot destinasi wisata.

Sugiarto (kedua dari kanan) bersama tim Wista Gowes, saat melintasi Kabupaten Pelalawan

Perjalanan dimulai dari destinasi Anjung Seni Idrus Tintin Pekanbaru, pada hari Kamis, (6/9) pukul 05.30 WIB. Dalam perjalan itu Sugiarto bergabung dengan tim Wisata Gowes Dinas Pariwisata (Dispar) Riau dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau, Fahmizal Usman, terdiri dari enam orang peserta dan 5 orang peserta, yakni Beni Febrianto, Bero Soekarno, Sugianto, Aldi Eka Saputra dan Romadhona.

Selain itu komunitas sepeda ini juga disertai oleh tim pendamping yang bertugas mengawal para peserta. Tim ini menggunakan mobil membawa berbagai peralatan teknis sepeda dan logistik yang akan dibutuhkan selama diperjalanan.

Menurut Sugiarto, tantangan pertama, rute yang ditembus adalah jalur Pekanbaru – Pelawan. Di lintasan ini rombongan menuju tempat peristirahatan pertama di kilometer 55 tepatnya di pom bensin yang lokasinya di Kabupaten Pelalawan. Ketika melintasi kilo meter 40 seorang peserta Bero Soekarno (51), mengalami kecelakaan. Pria tersebut kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh karena terserempet mobil. Akibat kejadian ini peserta tersebut, mengalami luka-luka ringan.

Tim Wista Gowes Dispar Riau, saat melintasi destinasi wisata Danau Raja Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu

“Walaupun kondisinya seperti itu, perjalanan tetap dilanjutkan dengan menggunakan sepeda cadangan yang telah disiapkan oleh tim pendamping yang mengawal rombongan. Kemudian pada pukul 8.30 WIB tim Wisata Gowes Dispar Riau tiba di kilo meter 55. Di lokasi ini rombongan istirahat dan sarapan,’’ ungkap Sugiarto pria yang bekerja sebagai ASN di Pemerintah Provinsi Riau sejak tahun 1991 lalu.

Masih kata Sugiarto, lintasan yang paling berat dan sangat menguras tenaga, yaitu di kawasan Desa Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan dan di daerah Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu. Menurutnya, pada rute tersebut, rombongan tim sepeda melintasi jalan menanjak yang sangat banyak, ditambah lagi pada saat menempuh jalur itu waktunya tepat pada siang hari, disaat teriknya sinar matahari menyengat tubuh para peserta.

Di daerah Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan tim wisata goes melaksanakan sholat dzuhur sambil istirahat sejenak. Selanjutnya, masih di hari yang sama, setelah menempuh jarak 200 kilo meter melewati Kota Pekanbaru – Kabupaten Pelalawan, tepatnya pada pukul 23.30 WIB rombongan tiba di destinasi Danau Raja Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.

Sugiarto (kedua dari kanan) bersama tim Wista Gowes, saat melintasi wisata sejarah Pasar Pekan Tua, Kabupaten Indragiri Hilir

Di Kota para Raja yang dikenal dengan kudapan khasnya yaitu Bolu Berendam itu, tim Wisata Gowes beristirahat satu malam. Selanjutnya, pada hari Jumat, (7/9) pulul 10.00 WIB perjalanan dilanjutkan menuju Kota Tembilahan. Di rute Kota Rengat – Tembilahan, rombongan diguyur hujan lebat. Kondisi ini membuat para peserta memilih untuk berhenti sambil menunggu waktu sholat Jumat di salah satu Masjid di daerah Kuala Cinaku.

Sugiarto (kedua dari kanan) bersama tim Wista Gowes, di tepian sungai Indragiri Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir

Setelah melaksanakan sholat Jumat berjamaah dan dilanjutkan makan siang, rombongan kembali menempuh lintasan Rengat – Tembilahan. Sugianto mengungkapkan, di jalur ini banyak menempuh jalan lurus tanpa melalui tanjakan sehingga memengaruhi mental para peserta.

“Lintasannya banyak jalan lurus dan datar tanpa ada tanjakan yang curam. Kondisi ini tentunya malah membuat rombongan merasa jenuh. Nah disaat jenuh ini rasa letih timbul terasa, untung saja cuacanya habis hujan, jadi terasa tak panas,” kata Sugianto yang kerab dipanggil Masto, pada Jumat (7/6) di Pekanbaru.

Rombongan tim Wisata Gowes tiba di Kota Tembilahan pada pukul 18.25 WIB. Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, sekaligus ketua tim Wisata Gowes menuturkan, semangat Sugiarto bisa dijadikan contoh kepada generasi muda dan komunitas sepeda di Riau dalam mempromosikan pariwisata

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada pak Sugiarto dan seluruh paserta Wisata Gowes. Perjalanan ini sangat luar biasa. Kedepannya tim Wisata Gowes Dispar Riau akan mencoba mengajak komunitas sepeda di Riau untuk bergabung dalam memperkuat promosi pariwisata di Riau,” kata Fahmizal Usman (***)

Print Friendly, PDF & Email