Pemprov Riau Tak Kunjung Memberi Ganti Rugi, PT HTJ Eksekusi Lahan di Lingkungan Kampus UR Panam

oleh
Jasa Website murah

Saturealita.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak kunjung memberi ganti rugi, PT Hasrat Tata Jaya (HTJ) mengeksekusi lahan di lingkungan kampus Universitas Riau (UNRI) di Panam pada Selasa (11/9/2018).

Kuasa Hukum PT HTJ, Nuriman menjelaskan, tanah dengan luas total 176.030 meter persegi di kawasan kampus UR itu dapat dikuasai PT HTJ setelah dinyatakan inkrah atau berkekuatan hukum tetap dari pengadilan.Hal ini kata Nuriman dilakukan menyusul tidak adanya kepastian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memberikan ganti rugi.

Rehabilitasi narkoba

Terkait masalah lahan itu Nuriman menerangkan, PT HTJ dimenangkan dalam putusan pengadilan atas Pemprov Riau.

Baik dari tingkatan Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT) dan Mahkamah Agung (MA).

Disebutkan Nuriman, proses secara hukum ditempuh karena tak kunjung ada titik temu antara kedua belah pihak soal masalah kepemilikan lahan tersebut.

Pemprov Riau sendiri diberikan 2 opsi, antara membayar ganti rugi sebesar Rp 35,206 milyar atau mengembalikan lahan tersebut kepada PT HTJ.

“Namun ternyata, seiring waktu berlalu hingga masuk APBD-P 2018, Pemprov Riau tidak kunjung menganggarkan biaya ganti rugi tersebut. Padahal sudah kita mohonkan kata Nuriman.

Yang sangat disayangkan lagi menurut Nuriman, lantaran keengganan Pemprov Riau melakukan ganti rugi, dua gedung masing-masing Fakultas Hukum dan Auditorium yang ada di atas lahan itu menjadi terbengkalai pengerjaannya.

“Seharusnya Pemprov punya sikap, mana untung ruginya. Kalau nggak dibayar gimana, kalau dibayar gimana gitu kan. Sementara dana sudah tertanam di Fakultas Hukum dan auditorium sudah berapa milyar itu,” papar dia.

“Dilanjutkan tidak bisa karena masalah hukum, coba kalau diganti rugi kan bisa diselesaikan itu, jadi kerugian negara tidak lebih banyak,” sambung Nuriman lagi.

Ditambahkan dia, saat dilakukan eksekusi, pihak dari PT HTJ sempat dihalangi petugas keamanan kampus. Namun akhirnya diperkenankan setelah terjadi diskusi yang cukup alot.Eksekusi dilakukan dengan memasang plang pengumuman. Dimana tulisannya berbunyi ‘Tanah seluas 176.030 m² persegi sah milik PT Hasrat Tata Jaya’. (*)

sumber : TribunPekanbaru.com

Print Friendly, PDF & Email