Semua Berkat Dorongan Orang Tua

oleh
Foto ist
Jasa Website murah

SOSOK wanita berparas cantik bernama lengkap Tia Pricilia Dewi, awalnya tidak tertarik untuk menjadi atlet voli. Karena sering melihat ayah bundanya bermain maupun melatih voli, akhirnya ketertarikan melekat pada dirinya.

Tia begitu sapaan akrabnya, saat bincang-bincang dengan situs berita online, Saturealita.com Pekanbaru, Rabu (3/10/2018) menceritakan perjalanan karirnya sebagai atlet nasional junior dan atlet PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau.

Rehabilitasi narkoba

Mengawali ceritanya, Tia mengatakan, memang pepatah mengatakan, benar buah tak jaauh jatuh dari pohonnya.

“Begitulah saya ini, anak seorang pemain dan pelatih voli, kini mengikuti jejak sang ayah dan ibunya”,katanya.

Tia kelahiran Pekanbaru, 7 April 1997, sebelum menjadi atlet nasional junior, juga merupakan atlet binaan PPLP Dispora Riau.

Juara I Junior Di Kabupaten Inhil

Berawal dari sana, ia mencoba mengembangkan bakat didunia olahraga Voli Ball. Disamping pembinaan lewat PPLP Dispora Riau, juga mendapat bimbingan dari kedua orang tuannya, bernama Yenni salah satu pelatih Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) kota Pekanbaru.

“Memang saya akui, luar biasanya orang tua yang senan tiasa membimbing dan mengembleng, hingga bisa memerankan ditingkat nasional junior”,ucap wanita cantik yang kini bekerja disalah satu perusahaan swasta kota Pekanbaru.

Lebih lanjut, walaupun sisi kehidupannya ada sedikit problem akibat berpisahnya kedua orang tuanya, namun tidak membuat dirinya mundur dalam meraih prestasi sebagai atlet voli.

“Sama sekali, problem kehidupan rumah tangga kedua orang tua saya menjadi penghalang untuk menitih prestasi ini”,ujarnya.

Menjadi kapten saat pertandingan di Inhil

Mengenai prestasi yang pernah diikuti meliputi, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jawa Barat (Jabar) Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Sesumatra Riau,Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) mulai dari SD, SMP dan SMA dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) serta berturut-turut Kejuaraan Daerah Junior di Kabupaten Indragiri Hilir.

Selain itu, ia juga pernah Pekan Olah Provinsi (Porprov) Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Kampar, pada saat itu mewakili Kabupaten Meranti dan mengikuti kegiatan Hari Olahraga Nasional (Hornas) di Kantor Walikota Pekanbaru.

Dalam berbagai ivent kejuaraan, di tim, Tia selalu dipercaya sebagai toser sekaligus menjadi kapten.

“Seingat saya, yang paling berjasa dalam karir prestasi ini tak lain adalah seorang ibu, walaupun sudah 8 tahun menyadang singgle ferent, ia mampu menjaga kedua anaknya dan sang adik juga salah satu atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Voly Libero Pekanbaru”,papar anak atlet nasional Riau ini.

Saat mengikuti Hornas di Kantor Gubernur Riau

Kisah dibalik semua ini, ada sedikit menganjal, bahwa setiap ivent maupun kejuaraan yang pernah diikuti, sama sekali tidak serta merta mewakili Pekanbaru.

“Pada hal, saya ini kelahiran asli Pekanbaru, tapi entah mengapa tidak pernah mewakili Pekanbaru. Tapi sudalah, terpenting bakat ini dapat tersalurkan atas keinginan orang tua yang gigih mensport diri ini”,jelasnya.

Setelah tidak bermain voli, saat ini Tia bekerja disalah satu perusahaan swasta dan sambil kuliah.

“Saya berharap, cerita ini semata-mata hanya sebagai motifasi bagi semua atlet voli yang sedang berprestasi, jangan pernah putus asa, selagi mempunyai kemampuan, teruskan perjuangan, raih segala cita-cita sesuai dengan kemampuan yang ada”,pungkas putri hasil buah perkawinan Sumawan dan Yenny (***).

Print Friendly, PDF & Email