Antara Prestasi dan Pendirian Teguh

oleh
Dokumentasi Yenny alias Oshin dalam berbagai kejuaraan (fotp Ist).
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru-Salah satu atlet andalan tim bola voli putri Riau di era orde baru bernama Yenny alias Oshin, terkenal berprestasi dan memiliki pendirian teguh merupakan asli kelahiran Pekanbaru keturunan Tiongha.

Oshin merupakan kapten sekaligus toser dari tim bola voli Provinsi Riau, ikut bergabung di tim Majin Oto Clup (MOC). berikut beberapa cerita pengalaman sejak kecil hingga menjadi pelatih bola voli Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Pekanbaru.

Rehabilitasi narkoba

Berawal dari mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Kalam Kudus, Sekolah Dasar Negeri (SD) 034 Jalan Murai Sukajadi Pekanbaru, sudah kelihatan bakat keolahragaannya.

Paling menonjol sekali, sewaktu duduk dibangku kelas IV, ditunjuk untuk mewakili dalam perhelatan Pekan Olahraga Dan Seni (Porseni).

“Waktu itu, saya ditunjuk, namun kapasitas atlet bulu tangkis bukan bola voli”,katanya, Kamis (4/10/2018) dikediamannya Jalan Tribakti Kelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

Walaupun sebagai atlet bulu tangkis saat itu, ia mengaku dalam permainan bola voli sejak SD sudah kelihatan, sehingga umur 13 tahun duduk dibangku Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kelas III, sudah bergabung dengan pemain senior handal Provinsi Riau.

Setelah tamat dari bangku Sekolah dasar, bakat bola voli terus dikembangkannya hingga duduk dibangku Sekolah Menegah Atas (SMA), bergabung dengan tim MOC yang kebetulan sponsor utama bengkel mobil milik orang tuannya sendiri dan mendapat sponsor lain diantaranya PT persero Yamaha Center wilayah Riau.

Wanita tomboy kelahiran Pekanbaru 8 April 1972 silam, pernah membawa nama Riau di ajang Pekan olahraga wilayah (Porwil) Palembang, Tim bola Voli kantor Penerangan Radio Republik Indonesia (RRI) dikuti sebanyak 27 Provinsi dipulau Bali, Pekan olahraga daerah (Porda) pada tahun 1995 di Pekanbaru, Kejuaran nasional (Kejurnas) atas nama Provinsi Riau di Sumatra Utara (Sumut) dan Kejuaraan antar klub se-Sumatra di Batam.

“Hampir 27 provinsi sudah, sudah saya jajakki untuk bertanding, terakhir main membawa tim bola voli Dinas Kehutanan Selat Panjang dispimpin Kepala Dinas Suhada dan pada waktu itu sebagai honorer serta mendapat predikat pemain favorit terbaik”,ucap wanita hasil buah perkawinan Hasan Ruddin dan Popo.

Selain pengalaman sebagai atlet bola voli, tidak tanggung-tanggung wanita tomboy ternyata juga atlet balapan sepeda motor yang tergabung dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Pekanbaru.

Dari beberapa pengalamannya, Oshin sangat berharap, tengang rasa jerih payah atlet wajib mendapat penghargaan untuk menjadikan semangat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan, tenggang rasa ini dapat dihargai oleh atlet muda berprestasi”, harap Oshin yang juga mempunyai dua anak seorang atlet bola voli kota Pekanbaru ini.

Saat ini, Oshin sebagai pelatih Bola Voli PBVSI Kota Pekanbaru dengan sertifikat pelatih daerah. Namun untuk mendapatkan sertifikat harus mengerok kocek sendiri dan dibantu beberapa teman seperti Hendri Zen dari Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru dan Leo bergerak dibidang Perumahan ( Deflover). (***)

Print Friendly, PDF & Email