Bermodalkan Pengalaman Otodidak, Ingin Buka Usaha Miniatur

oleh
Gusri Doni sedang membuat miniatur sampan terbuat dari kayu manis
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru-Sosok pemuda bernama Gusri Doni merupakan salah satu pengrajin miniatur manual.

Bermodalkan pengalaman otodidak, dirinya mencoba untuk mengembangkan usaha miniatur kemasyarakat luas.

Rehabilitasi narkoba

Doni, begitu panggilan akrabnya, saat bincang-bincang dengan Saturealita.com menuturkan, bahwa keinginan ini sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Salah satu hasil karya miniatur manual

Namun keiginan pemuda kelahiran Sumatra Barat (Sumbar) 8 Agustus 1988 silam, hingga saat ini belum dapat cela untuk keinginannya.

Putra Hasbullah dan Ratnawilis ini, hanya mampu menamatkan jenjang pendidikan SMP saja, karena pada waktu itu, keterbatasan dana membuat dirinya tak mampu melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Bagi dirinya, tidak menyesali apa yang sudah menjadi suratan hidup. Namun bagaimanapun keadaanya, ia tetap berusaha untuk bisa berbuat yang terbaik, terutama pada keluarganya.

Ayah satu anak bernama Zaidane Alif, menginginkan karya miniatur manual, dapat perhatian pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi.

“Tapi saye tak tau cela untuk masuk kesana, karena sama sekali tidak ada pengalaman ataupun aturan mainnya”,kata suami Nur Astuti, Kamis (17/10/2018) malam.

Kegemaran dirinya menekuni miniatur manual, sejak duduk dibangku sekolah SMP kelas III.

Diawali melihat-lihat dan mencoba, tak disangka miniatur manual yang sudah dibuatnya, banyak orang tertarik dan sempat menjadi pembuat kerajinan siswa maupun siswi untuk bidang keterampilan.

Menurutnya, pembuatan miniatur manual, bisa dilakukan dengan bahan bekas dan bermacan kayu yang bisa diolah.

“Kalau membuatnya dari bahan kayu, saya memilih bahan dari pohon surian yang hanya tumbuh di Sumbar, karena bahan tersebut
mempunyai tekstur keras gampang dibentuk dan mengkilat kalau dipernis”,ucap anak bungsu dari 4 bersaudara ini.

Bercerita soal pertama kali miniatur manual yang dibuat, yakni tentang rumah adat Minang Kabau dan hasilnya sangag memuaskan, bahkan menjadi ketertarikan banyak orang.

Singkat cerita, mudah-mudahan keinginan ini dapat tercapai dan mendapat dorongan dari pihak terkait.

Sementara ini, dirinya membantu orang tuanya yang buka usaha jasa sebagai pangkas rambut Ilham beralamat Jalan Kapau Sari Tenayaan Raya Kota Pekanbaru. (***)

Print Friendly, PDF & Email