M Iqbal : Perlu Perubahan Sistim dan Evaluasi Dalam Peningkatan Prestasi

oleh
Kadispora Riau Doni Aprialdi dan Kepala Kontingen Powil Riau M Iqbal Bersama atlet saat di Aceh
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru– kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) I Sumatra yang baru dilaksanakan di Provinsi Banda Aceh dimulai dari 20 -27 Oktober 2018 lalu, mempunyai tersendiri bagi kemajuan anak didik PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.

Menurut Kepala Dispora Riau melalui Kepala Seksi (Kasi) Prestasi Olahraga dan Sentral Olahraga, M. Iqbal, bahwa dari pengamatan dan pengelihatan, perlu adanya peningkatan kualitas dlam sistim bertanding, serta perlu juga adanya evaluasi secara berkesenambungan.

Rehabilitasi narkoba

“Dapat kami sampaikan bahwasanya, Riau mendapat peringkat II dengan perolehan mendali 9 emas 5 Perak dan 8 Perunggu. Sementara beda tipis dengan Sumatra Utara (Sumut) dengan perolehan mendali 9 emas, 5 perak dan 9 perunggu. Artinya hanya selisi perbedaan 1 perunggu saja. Walaupun sangat menyedihkan bagi kita, namaun perjuangan anak didik memang cukup keras, karena pada tahun 2016 Riau sebagai tuan rumah, Popwil I Sumatra mendapat juara I, dengan catatan banyak kemudahan-kemudahan yang peroleh terutama tentang stamina atlet atau anak didik tersebut”,katanya, Rabu (31/10/2018) sore.

M Iqbal menambahkan, kemudahan yang lain waktu menjadi tuan rumah, termasuk sarana dan prasarana. Sementara kalau di Banda Aceh, anak didik yang berangkat pada tanggal 20, sampai pada tanggal 21 malam sudah langsung dilakukan technical meeting bersama pelatih.

Kemudian pada tanggal 22 oktober ada tiga cabor yang dipertandingkan mulai dari pagi diantaranya adalah bola kaki, bola basket dan pencak silat. Untuk 5 cabor lagi dipertandingkan pada posisi tanggal 23 oktober.

Ditambah lagi, seiring sejalan, untuk pembukaan dilakukan pada tanggal 22 Oktober sebagai srimonial yang biasa dilakukan sebagai budaya dalam dunia olahraga.

Perjuangan anak didik khusus PPLP Dispora Riau yang kalau digabungkan dari hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada bulan April 2018 lalu, sangat menyedihkan sekali, pada cabang olahraga (cabor) Bola kaki dan Tenis Lapangan. Kedua Cabor ini, secara otomatis tidak lolos masuk kepada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

“Bola Kaki kita tidak akan bisa muncul pada Popnas 2019 yang akan datang, karena tim ini masuk dalam kotak neraka (istilah dalam olahraga). Artinya Riau, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) sama-sama unggul dan mempunyai jagoan masing-masing. Nah ketika saat dimasukkan kedalam club neraka, secara otomatis bersamaan mereka akan beradu, akhirnya kita kalah dengan Sumbar dibabak penyisihan dengan skor 1 : 2 dan Sumut 1 : 0. Walaupun kita menang dari Jambi, itu tidak mempengaruhi, hanya saja menang di pol B, sehingga tidak bisa ikut difinal, apa lagi pada Pol A diraih tuan rumah Banda Aceh”,paparnya.

Dari cabor lain seperti Tenis Lapangan memang ada sedikit kendala untuk beregu, sedangkan untuk perorangan sudah menang. Beregu set I sudah menang, sementara set II , tiba-tiba atlet Riau mengalami tidak sadarkan diri alias pinsan tanpa penyebab apapun. Namun tidak usah seuzon, tapi berfikir secara doktor saja, barangkali atlet tersebut dalam permainnya mulai dari pagi hingga sore tidak ada jedah, sehingga dianggap kelelahan dan berakhir tidak bisa ikut final.

Terkait dengan cabor Pencak Silat, memang sangat memuaskan, karena perolehan mendali meraih 5 emas, 2 Perak dan 7 Perunggu. Sementara cabor Bola Voli dari tim Putri meraih 1 mendali emas dan tim putra hanya perak.

“Lain halnya dengan Tim Bola Basket, walaupun pada saat pertandingan ada kericuhan pada tim putri kita, saat melawan dari Sumut, namun semuanya bisa diselesaikan, walaupun sedikit mempengaruhi mentalitas anak didik sehingga merasa down ketika pertandingan dilanjutkan. Kita tetap bersukur dengan perolehan mendali perak baik putra dan putri”,ujarnya.

Dari cabor Bulu Tangkis, untuk putra memperoleh 1 mendali emas dengan peringkat pertama dan putri hanya perunggu. Khusus tim Bola Voli Putri, konon kabarnya udah lima kali ikut Popwil baru pertama kali lolos untuk Popnas 2019, baik putra maupun putri. Bisa dikatakan super alhamdulillah. Begitu pula dengan cabor Tenis Meja dengan semangat tinggi mampuy meraih mendali emas dan secara otomatis juga lolos Popnas 2019 mendatang.

Terakhir dari Tim Sepak Takraw , memang harus banyak yang perlu dibenahi, apakah itu sistim try out maupun pembinaannya. “saya berharap sekali kepada semua pelatih, baik Iwan dan Sumadi, agar lebih meningkatkan kembali prestasi anak didiknya, sekurang-kurangnya evaluasi atas kemenangan lawan sebagi bahan perbandingan”,pungkas Plt Kepala Bidang (Kabid) Olahraga ini (***).

Print Friendly, PDF & Email