IMM dan AMM Desak dan Sepakat Rektor UMRI Mudur Dari Jabatannya

oleh
Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar
Jasa Website murah

Saturealita.com Pekanbaru-Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), saat ini terkesan sangat disayangkan, sebab beberapa polimik yang terjadi di Amal Usaha Muhammadiyah, ada sedikit gangguan akibat kebijakan pimpinan.

Aksi damai terkait polimik Amal Usaha Muhammadiyah Riau

Pada akhirnya persoalan ini dibawa keranah Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspinwil) Muhammadiyah Riau berdasarkan desakan dari Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Rehabilitasi narkoba

Dari desakkan inilah, Muspinwil Muhammadiyah Riau memutuskan serta sepakat memberhentikan Rektor UMRI Dr Mubarok.

Pemudah Muhammadiyah, IMM dan AMM saat aksi Damai desak dan sepakat memintak rektor UMRI untuk mundur dari jabatanya

Menyikapi persoalan ini, Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar Noprizal SAg M Is meminta kepada Rektor UMRI, agar sesegera mungkin mengambil sikap, atas aksi damai yang dilakukan IMM serta AMM, Jumat (14/12/2018) siang tadi.

“Mudah-mudahan aksi damai ini menjadi harapan soktrapi bagi pimpinan UMRI, agar persoalan ini diselesaikan secara musyawarah”,ungkapnya yang juga mantan Anggota KPU Kabupaten Kampar ini.

Noprizal menegaskan, jika ini dianggap spele atau angin lalu, maka IMM dan AMM akan tetap melakukan gerakkan moral untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Saya sangat berharap, ayahanda PWM dan pimpinan UMRI Dr Mubarok, bisa menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah. Tanpa musyawarah, yakinlah persoalan demi persoalan akan menjadi meruncing dan akibatnya yang menjadi korban adalah adik mahasiswa, apa lagi Amal Usaha Muhammadiyah dalam bentuk perguruan tinggi, betul-betul sangat dikorbankan”,terang kader Muhammadiayah ini.

Selanjutnya, motto Muhammadiyah sama-sama diketahui, jika ada persoalan musyawarah yang diutamakan.

“Jadi inti dari persoalan itu adalah, ketika pimpinan ataupun Rektor UMRI melakukan kebijakan yang menyalahi aturan seperti halnya yang paling subtansi dipimpin olah rektor kurang akomudatif tentang pengangkatan dosen dan miskomunikasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sebagai pembina Amal Usaha Muhammadiyah ini. Dua subtansi ini perlu menjadi perhatian untuk menyelesaikan persoalan ini”, pungkasnya (***).

Print Friendly, PDF & Email