Menuju “Be-Indonesia” dan Jadi Konstituen Dewan Pers

oleh
Foto ist
Jasa Website murah

Saturealita.com Jakarta-Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (DPD AJOI) bersama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kabupaten/Kota mengikuti kegiatan Rakernas Pra Rapimnas AJO Indonesia, Sabtu (15/12/2018), di Jakarta.

Kegiatan Rakernas AJO Indonesia ini guna menyikapi peran media di tahun politik dan penetapan konsep “Be-Indonesia” sebagai konsep media AJO Indonesia yang terintegrasi dengan persyaratan mutlak.

Rehabilitasi narkoba

Ketua DPD AJO Indonesia, Alexander Pranoto mengatakan, perwakilan DPC AJO Indonesia se Riau yang di dalamnya terdiri dari pengelola dan pemilik media siber atau media online datang ke Jakarta.

“Kita ingin segera menjadi konstituen Dewan Pers. Dengan begitu kita akan sejajar dengan organisasi pers lainnya. Bukan hanya itu ada pembicaraan penting dalam Rakernas Pra Rapimnas ini untuk membahas konsep “Be-Indonesia”,”ujarnya.

Sesuai dengan arahan DPP Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia, jelas Alexander Pranoto adalah membangun media yang profesional dengan mengedepankan kemampuan teknologi yang modrn, tatakelola keredaksian dan para jurnalis yang kekinian.

“Tujuannya untuk kemudian mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya,”jelas dia lagi.

Sementara itu Ketua DPC AJO Indonesia Pekanbaru M Kurniawan didampingi Sekretatis, Syahrul Efendi menambahkan, dalam agenda nanti juga dibahas mengenai sikap AJO Indonesia melihat hangatnya suhu politik, dan semakin dekatnya pelaksanan Pemilihan Umum pada April 2019.

“Selain “Be-Indonesia”,ada agendaAJO Indonesia sebagai Organisasi Pers Odan Media Nasional, merasa perlu untuk mengambil sikap menjelang Pemilu 2019. Dua di antara agenda ini dibahas di Jakarta, makanya kami hadir,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia, Rival Achmad menyerukan kepada seluruh media yang tergabung sebagai anggota untuk tidak tampil dengan membatasi ruang redaksional serta pemberitaan hanya terhadap satu Pasangan Calon (Paslon).

Namun memberikan ruang yang sama dengan pemberitaan yang proporsional dan menjauhi pemberitaan yang bertendensi negatif kepada kedua Paslon agar masyarakat mendapatkan informasi yang baik, benar, dan bertanggungjawab.(***)

Print Friendly, PDF & Email