Menelisik Jejak Kota Pekanbaru 1784-2006

oleh
Prof Suwardi MS bersama Datuk H.M. Azaly Djohan SH sebagai tokoh masyarakat Riau
Jasa Website murah

PEKANBARU Saturealita.com-Dari Kebatinan Senapelan Ke Bandaraya Pekanbaru, menelisik jejak kota Pekanbaru 1784-2006 merupakan salah satu buku karya Profesor Suwardi MS, Wan Ghalib, Isjoni dan Zulkarnain sebagai bukti sejarah adanya Kota Pekanbaru saat ini.

Buku muatan ini diterbitkan oleh Pemerintahan kota (Pemkot) Pekanbaru, bekerjasama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Riau penerbit Alaf Riau tahun 2006.

Rehabilitasi narkoba
Bukti buku sejarah kota Pekanbaru

Menurut Prof Suwardi MS, Pekanbaru asli bernama Pekan Baharu yang dipimpin oleh Sultan-Sultan Kerajaan Siak Indrapura, mulai dari Raja Kecil sampai Sultan Muhammad Ali atau digelar Marhum Pekan.

“Pada masa itu, nama Pekan Baharu terdapat dalam sebuah naskah bertuliskan Arab Melayu, menjadi bahan penelitian dan pengajian kami tentang kelahiran atau hari jadi Pekanbaru yang saat ini dirayakan setiap tahunnya”, katanya, Selasa siang (25/6/2019) bertempat kantor Kwarda Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Lanjut Prof Suwardi, dalam catatan sejarah, Pekan Baharu pernah menjadi Ibu Kota dibawah kepimpinan Kerajaan Sultan Siak Sri Indrapura.

Kemudian, seiring waktu berjalan, Pekan Baharu masuk diantara 10 daerah menjadi salah satu provinsi dibawah kepemimpinan Sultan Sultan Ala Mudin Syah orang tua dari Sultan Muhammad Ali.

Singkat cerita, Prof Suwardi menginginkan kepada semua generasi muda, melalui hari jadi kota Pekanbaru yang ke-235 tahun, mari tingkatkan pengetahuan tentang sejarah kota Pekanbaru.

“Terima kasih semoga menggugah segala pihak jangan lupakan sejarah karena sejarah membuat kita bijaksana terlebih dahulu, sejarah guru kehidupan, “historia magistra vitae”. kata cisero perlu sejarah dipelajari terus, termasuk sejarah kota Pekanbaru”, pesannya

Ditempat yang sama Datuk H.M. Azaly Djohan SH sebagai tokoh masyarakat Riau berpesan, siapapun yang memimpin kota Pekanbaru, hendaknya meneruskan progam yang sudah tertata dengan baik dan memperbaiki progam yang belum tertata dengan baik.

“Saya katakan, janganlah selalu berobah-berobah dalam menyusun progam yang ada, karena didalam penyusunan mempunyai sistim jangka pendek, menegah dan panjang”,pungkasnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email