Menampilkan Karya Baru Garapan Koreografer Iwan Irawan Berjudul “Air Janggi Meniti Langkah”

oleh -3,486 views
Tarian Air Jingga Manjeleka saat tampil di Kenduri Seni Rakyat 2019 Taman Budaya Disbud Riau, Selasa Malam (23/7/2019) bertempat Gedung Olah Seni (Gos)

PEKANBARU Saturealita.com- Sanggar Pusat Latihan Tari Laksemana Pekanbaru menampilkan Karya baru koreografer Iwan Irawan berjudul, “Air Janggi Meniti Langkah”, merupakan tarian yang unik atau tak lazim dilakukan oleh koreografer lainnya.

Pasalnya, menurut pengakuan Iwan pertama kali bentuk pergelaran tari berlawanan dengan sebuah musik.

“Karya ini sudah saya buat pertama kali pada tahun 2013 enam tahun silam, atas dasar dialog bersama Prof DR Yusmar Yusuf dan tampil sudah 13 kali”, katanya, Rabu siang (24/7/2019) bertempat Taman Budaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau.

Foto bersama usai pergelaran (f Siswandi)

Iwan menambahkan, walaupun sudah tampik sebanyak 13 kali, karya ini tetap melakukan perbaikan-perbaikan, agar penampilan mencapai puncak yang lebik baik lagi.

Terkait pengarapan karya ini, diangkat sebuah issu tentang sungai, dimana Provinsi Riau dikenal dengan peradapan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Siak Sri Indrapura.

“Kalau kita lihat dari kacamata terbuka, sungai yang dulu begitu indah, kini sangat memperhatinkan, karena dulunya berfungai untuk kehidupan masyarakat, malah sekarang tercemar oleh sampah dan limbah”, jelasnya sembari menyebutkan, bahwa sungai siak terdalam di Indonesia, tidak lagi bisa dimasuki kapal besar atau tengker.

Penampilan bersumber dari garapan tari Zapin, karena masyarakat pesisir seprti Siak, Bengkalis berciri khas seni tari Zapin.

Sementara itu, penampilan ini cukup panjang, namun oleh panitia Kenduri Seni Rakyat Riau 2019, menyediakan waktu hanya 30 minit dengan iringan musik Rino Depati.

Foto Siswadi
Foto Siswadi

“Alhamdulillah, antusias penonton begitu respo, apa lagi saat diskusi, banyak pendapat dan saran yang dilontarkan untuk sebuah perubahan dan perbaikkan”, paparnya.

Sinopsis “Air Janggi Meniti Langkah” adalah kesabaran yang diharuskan, dari fenomena badan air, sungai taksik selatan dan laut yang terus mengalir sampai henti menyelusuri Zona Aquatika, mengeksplorasi kekuatan tubuh manusia dalam tekanan gelombang kehidupan.

“Saya sangat berharap sekali, melalui diskusi masukan dan saran ini, akan menjadikan penompang penampilan yang lebih baik lagi”, pungksanya. (***)