Resmi Dibuka Kadispar Pekanbaru

oleh
Pemukulan gong tanda resmi dibukanya kegiatan sertifikasi Pemandu Wisata Riau oleh Kadispar Kota Pekanbaru
Jasa Website murah

Laporan Retno Nur Ika lestari

PEKANBARU Saturealita.com- Kepala Dinas Pariwisata Kota (Disparkot) Pekanbaru, Nurfaisal secara resmi membuka Seritikasi Kompetensi Pemandu Wisata yang difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Lancang Kuning Provinsi Riau dan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Rehabilitasi narkoba

“Saya mengucapkan terimakasih atas usaha LSP Lancang Kuning Nusantara yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut demi kemajuan sumber daya manusia (SDM) kota Pekanbaru dan Riau pada umumnya”, Katanya, Rabu siang (7/8/2019) kemarin.

Sementara itu, ucapan terimakasih yang mendalam disampaikan juga Nurfaisal diutarakan, sebab berdasarkan pernyataan Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Lancang Kuning Nusantara LSP-PLKN Riau, bahwa penyelenggaraan sertifikasi uji kompetensi pemandu wisata yang dilaksanakan hari ini, merupakan jatah dari Provinsi Aceh, namun karna dipandang perlu banyaknya pemandu wisata di Riau, atas persetujuan Kementerian Pariwisata RI, target sertifikasi tersebut dapat dipindahkan ke Riau.

Pengalungan tanda peserta

“Saya berharap, kepada seluruh peserta (asesi) agar mengikuti uji kompetensi ini sebaik mungkin baiknya, karena besar harapan bahwa dengan adanya pemandu wisata yang bagus, maka akan semakin banyak orang yang dapat mempublikasikan informasi pariwisata Riau dengan baik, karena pariwisata bukan hanya tentang menawarkan produk yang ditawarkan tapi adalah kemampuan bagaimana karakter – karakter pembangunan itu mewarnai wacana suatu destinasi sehingga menarik bagi wisatawan”, tegasnya.

Ditempat terpisah, Direktur LSP- PLKN, Riyono Gede Trisoko MM menambahkan, bahwa tugas kepemanduan itu memiliki peranan yang penting untuk menjembatani antara apa yang dirasakan oleh wisatawan dan apa yang dia pikirkan sebelum dia datang kedestinasi wisata.

Foto bersama usai pembukaan

Hal tersebut terjadi karena terkadang konsumen berpikiran irasional mengenai wisata yang di kunjungi karna pengetahuannya masih sedikit dan belum lengkap tentang destinasi tujuannya, sehingga itu menjadi tugas pemandu wisata untuk mengemasnya menjadi daya tarik.

“Alhamdulillah, Peserta yang terdaftar dalam sertifikasi pemandu wisata kami kurang lebih sebanyak 100 orang dan berlangsung selama dua hari”, jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Riau, Renaldi menambahkan bahwa sertifikasi merupakan salah satu menunjukkan seseorang telah memiliki kualitas menjadi pemandu, namun pemandu harus memiliki SIM yang dikeluarkan oleh HPI.

Melalui sertifikasi ini, HPI akan memajukan kualitas Sumber daya manusia(Sdm) Riau akan semakin bagus dengan adanya pembinaan berkesinambungan oleh HPI. (***)

Print Friendly, PDF & Email