Prof H Suwardi MS Raih Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan

oleh
Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc saat memberikan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kepariwisataan kepada Sejarawan dan Budayawan Riau Prof H Suwardi MS belum lama ini
Jasa Website murah

PEKANBARU Saturealita.com-Luar biasa, Sejarahwan dan Budayawan Riau Prof H Suwardi MS, raih Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan.

Pemberian ini, sesuai usulan melalui surat Menteri Pariwisata Republik Indonesia (RI) Nomor KP.12/81/ Menpar/ 2019 dan disahkan lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomo 83 /TK/ tahun 2019 tentang Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan.

Rehabilitasi narkoba

Menurut Prof H Suwardi MS, landasan pemberian Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan, diawali survei oleh tim Kepresidenan dan tim Kementerian Pariwisata.

“Dari survei, saya dinyatakan berasil membangun dan mempelopori kepariwisataan diwilayah Provinsi Riau, diantaranya mendirikan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) dan Akademi Pariwisata (Akpar) Engku Putri Hamidah Riau. Selain itu juga, memasuki muatan lokal seperti, Candi Muara Takus sebagai destinasi wisata nasional, Pacu Jalur, pembinaan terhadap lima suku perdalaman dan pembentukan desa adat, sehingga mampu membawa kebudayaan dan kekayaan alamnya semangkin terkenal dimanca negara”, Katanya , Rabu siang (21/8/2019) dikediaman Jalan Kelana Pekanbaru.

Pemberian Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kepariwisataan oleh Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona Jalan Merdeka Barat 17 Jakarta Pusat usai upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-74 tahun 2019.

Prof H Suwardi MS berharap, melalui penganugerahan ini, kedepannya akan lebih ditingkatkan terutama fokus sumber daya manusia.

“Mudah-mudahan, ini terus berlangsung setiap tahunnya dan semua itu tidak terlepas dari kekuatan dan didikasi kita semua dalam mempelopori kepariwisataan diwilayah Provinsi Riau”, pungkasnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email