Septina : Memang Sudah Mesti Mendapat Perhatian Khusus Dari pemerintah Atas Prestasinya

oleh
Pengurus NPC Riau saat berkunjung Ke Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati Rusli, Selasa pagi (27/8/2019)
Jasa Website murah

PEKANBARU Saturealita.com-National Paralympic Committe (NPC) Riau, Selasa (27/8/2019) pagi kunjungi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Hj Septina Primawati Rusli.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan silaturahmi dan curahatan hati terhadap stuasi dan kondisi NPC itu sendiri.

Rehabilitasi narkoba

“Hari ini kita berkunjung ke Ketua DPRD Riau, dalam rangka silaturahmi dan menginformasikan perkembangan NPC Riau dengan segudang prestasi”, kata Ketua NPC Riau Jaya Kusuma, melalui Sekretaris Abdurahman.

Dalam pertemuannya, Abdurahman menyebutkan, persoalan yang paling mustahak sekali tentang anggara pembinaan atlet yang sudah beberapa tahun ini mengalami penurunan, sehingga beberapa iven sempat mengalami penundaan.

“Maka dari itu, kami sangat mengharapkan sekali, melalui pertemuan ini, setidaknya ada penguatan dalam pengawalan anggaran setiap tahunnya”, terangnya.

Diakatakan, kunjungan ini, diikuti beberapa pengurus diantaranya, Febrita Sari Ketua III Bidang Perencanaan Anggaran, David Ketua II Bimpres, Maryanti Bendahara dan Almaizar Wakil Bendahara.

Ditempat yang sama Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati Rusli, menyambut baik kunjungan kepengurusan NPC Riau.

Dikatakan Septina, bahwa sebelum berubah menjadi NPC, dirinya juga terlibat sebagai kepengurusan, waktu itu bernama Badan Penyelenggara Olahraga Cacat (BPOC).

“Saya sangat bangga terhadap prestasi yang diraih para atlet difabel, baik nasional mau internasional”, ucapnya.

Terkait kunjungan NPC Riau dengan tujuan silaturahmi dan curahan hati, memang sudah mesti mendapat perhatian khusus dari pemerintah, terutama tentang alokasi penganggaran tersebut.

“Kita akan mencoba mensingronisasikan persoalan ini kepada Gubernur Riau Syamsuar, agar diberi ruang lingkup perhatian khusus”, terangnya.

Mengenai prestasi, NPC Riau cukup gemilang. Diantaranya, pada Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) Riau 2012 mendapat peringkat 3 dengan perolehan mendali, 26 emas, 39 perak dan 24 perunggu, sampai saat ini baru separuh diberikan bobusnya.

Kemudian, pada Peparnas 2016 di Bandung Jawa Barat, peringkat 4 dengan perolehan mendali, 36 emas, 43 perak, 46 perunggu, juga bonus belum diberikan.

“Menurut saya, ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mengalokasikan lewat komisi V sebagai pembahasan penganggaran”, paparnya.

Mengenai cabang olahraga Boling, Riau sendiri tidak mempunyai tempat permanen, namun ada di Chevron dan sudah berulang kali disurati untuk peminjaman tempat tidak ada respon.

“Kedepannya, saya dan pemerintah mencoba untuk menyelusuri penggunaan tempat latihan dimaksud, walaupun nantinya Peparnas 2020 tidak dipertandingkan, namun untuk persiapan tingkat internasional, mereka sangat membutuhkan tempat tersebut”, pungkasnya sembari menyebutkan, baru-baru ini NPC Riau menorehkan prestasi di Asian Paragame memperoleh mendali, 5 emas, 5 perak dan 5 perunggu. (***)

Print Friendly, PDF & Email