G-PRIMA Bawa Alat Perlengkapan Rumah Tangga Dihadapan Wakil Gubernur Riau

oleh
Massa aksi G-PRIMA disambut Wakil Gubernur Riau Edi Natar

PEKANBARU Saturealita.com- Tidak mau ketinggalan, Gerakan Perempuan Riau Melawan Asap (G-PRIMA), Selasa (24/9/2019) bertempat dihalaman depan kantor Gubernur Riau, lakukan unjuk rasa.

Unjuk rasa G-PRIMA yang dipimpin langsung oleh Koordinator lapangan (korlap) Livia, terkait permasalahan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi di wilayah Provinsi Riau serta selamatkan warga dari dampak kabut asap.

Dalam aksinya, massa melakukan orasi dan membentangkan spanduk yang bertuliskan, padamkan api, Selamatkan korban asap akhiri monopoli penguasaan hutan dan lahan. Kami kehilangan ruang bermain, Selamatkan rawat korban asap san Cabut izin perusahaan pembakaran Hutan.

Uniknya dalam aksi tersebut, massa membawa bermacam alat kerja dan alat rumah tangga meliputi, sendok goreng, panci, kuali, sendok makan dan beberapa piring terbuat dari bahan plastik.

“Aksi yang kita ada delapan tuntutan persoalan penyebabnya kabut asap yang sudah menyelimuti wilayah Riau salama beberapa pekan yakni, segera padamkan api, selamatkan Korban asap baik di desa maupun Kota, bangun pusat Rehabilitasi korban asap, cabut Hak Guna Usaha (HGU) hentikan perizinan perkebunan besar dan stop perizinan perkebunan baru yang menjadi penyebab utama masalah asap, tangkap serta adili perusahaan-perusahaan besar perkebunan yang melakukan pembakaran lahan, hentikan kriminaiisasi terhadap petani kecil
lindungi dan majukan kemampuan rakyat untuk berproduksi secara bebas di pedesaan sehingga bisa berproduksi secara efektif, efesien tanpa membakar lahan terakhir, jalankan land reform sejati dan bangun industri nasional”, kata livia dalam orasinya.

Kemudian, setelah beberapa menit massa melakukan aksi diluar pagar, akhirnya diperbolehkan memasuki halaman kantor Gubernur Riau dan massa aksi langsung melakukan sholat azhar di mesjid kantor Gubernur.

Setelah massa selesai melaksanakan sholat azhar dan kembali melanjutkan aksi dan diterima oleh wakil Gubernur Edi Natar.

“Saya sangat mengaspirasikan apa yang menjadi apsirasi ibu-ibu dan kami sudah berupaya memadamkan api dengan membuat hujan buatan”, kata Edi Natar.

Edi juga menyebutkan, hari ini juga secara serentak di seluruh Provinsi Riau melakukan sholat istisqoh, mengharapkan doa dari ibu-ibu ,karena doa ibu- ibu lebin di ijabah ataupun diterima oleh Allah SWT Yang Maha kuasa.

Bukan itu saja, secara fisik, dari satuan tugas (satgas) bagian hukum telah memasang polis line disetiap lahan yang terbakar, apabila ada yang menanam di polis line tersebut berarti mereka lah yang membakar lahan tersebut.

“Kami juga sudah menyiapkan posko kesehatan disetiap daerah untuk setiap pasien ispa yang dikarenakan asap”, terang Edi dihadapan massa. (***)

Print Friendly, PDF & Email