Khairul Minan Spd, Anak Desa Bergelut Didunia Olahraga

oleh
Pelatih Klub Sepatu roda Bina Muda (BM) Pekanbaru Khairul Minan Spd

PEKANBARU Saturealita.com-Putra Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kelahiran 18 Maret 1989, bernama lengkap Khairul Minan Spd adalah sosok pelatih Klub Sepatu roda Bina Muda (BM) kota Pekanbaru.

Kehidupan sejak kecil, Khairul begitu panggilan akrabnya, memang tergolong orang yang kurang mampu, terutam masalah finansial.

Anak seorang peladang hutan ini, sejak dulu sudah mempunyai cita-cita yang cukup tinggi, khususnya bergelut didunia olahraga.

Ketika berbincang-bincang, Selasa (8/10/2019) siang bertempat SDN 132 Pekanbaru, tempat dirinya mengajar sebagai guru olahraga, bahwa banyak hal yang menarik untuk diungkapkan. Namun semua itu adalah perjalanan hidup yang mau tidak mau harus dijalani

Pelatih Klub Sepatu roda Bina Muda (BM) Pekanbaru Khairul Minan Spd foto bersama dengan Penasehat H Abubakar Sidik SH MHum

“Memang sejak duduk dibangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Desa Pendalian IV Koto Rohul, sudah terbayang dalam pemikiran nya untuk menjadi seorang bolahragawan. Namun keinginan tersebut, seolah-olah terputus, karena terlintas kata-kata, apakah mungkin bisa”,katanya megawali ceritanya.

Singkat cerita putra ke-3 dari dua bersaudara hasil buah perkawinan
Fahrudi dan Yusminar, setelah menamatkan pendidikan dasar, dirinya langsung hijrah kekota Pekanbaru dan tinggal bersama saudara dari orang tuanya.

Sesampai dikota Bertuah, Khairul melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (SMP YLPI) Pekanbaru.

“Bertatih-tatih saya menjalani pendidikan ini, akhirnya selesai juga, walaupun dengan bersusah payah dengan berbagai rintangan”, ucap pria berkulit hitam manis berbadan gempal.

Melangkah lebih lanjut dalam pendidikan, dirinya tidak mau putus hanya sampai ditingkat SMP saja. Mencoba untuk melanjutkan ketingkat selanjutnya yakni Sekolah Menengah Atas (SMA Serirama YLPI) Pekanbaru.

Untuk menyelesaikan pendidikannya, lagi-lagi dirinya harus bertahan dalam kehidupan, walaupun makan apa adanya.

“Memang, nasib tak dapat terhelak, untung tak dapat diraih, sampai juga saya meyelesaikan pendidikan dibangku SMA tersebut”, ujar yang masih berstatus bujangan ini.

Masih dalam dunia pendidikan, semangatpun semangkin deras, berkat doa dan kemauan yang keras, akhirnya ia bisa melajutkan tingkat pendidikan ke Universitas Islam Riau (UIR) mengambil Jurusan Penjas Kesrek.

Orang tua atlet pendukung aktif dalam kemajuan BM Pekanbaru mencapai prestasi gemilang

Dari sinilah, Khairul menemukan jati dirinya dalam menimbah ilmu olahraga. “Sambil kuliah, saya terjun menjadi atlet cabang olahraga Bina Raga, bahkan sempat menjadi atlet nasional menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2012 di Provinsi Riau”, papar mantan atlet PPLM Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.

Tidak sampai disitu saja, Khairul mulai meraba ke cabor Sepatu roda bersama sahabat lainnya.

Dalam mengeluti cabor sepatu roda, dirinya memang tidak pernah jadi atlet, akan tetapi melihat banyaknya peminat olahraga dari kaum anak-anak dan remaja, dirinya memutuskan untuk membuat klub yang sekarang ini bernama Bina Muda (BM) kota Pekanbaru.

“Sejak mendirikan klub ini, tidak serta merta begitu gampang dan mudah. Banyak rintangan serta tantangan yang dilalui. Namun berkat doa dan harapan kedua orang tua maupun keluarga, semua itu dapat teratasi. Lihat saja sudah delapan kali ikut berbagai kejuaraan, selalu mendulang prestasi yang cukup membanggakan. Melalui profil singkat ini, saya hadiahkan kepada orang tua, wabil khusus alamarhumah Ibunda tercinta, saudara semua. Ada hal yang tak bisa saya lupakan, support dan dukungan orang tua salah satu atlet, sekaligus sebagai pembina BM Pekanbaru H Abubakar Sidik SH MHum yang sudah bertungkulumus ikut serta membesarkan klub ini dalam mengapai kesuksesan meraih prestasi”, tutupnya. (***)

Print Friendly, PDF & Email