Korban Bentrok Berjatuhan, Kongres V PAN Dinilai Sebagai Panggung Tidak Bermoral

oleh
Lowongan

Penilaian tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPN Gepenta (Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran & Anarkis), Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2020).

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan aksi anarkis yang terjadi dalam Kongres V PAN di Kendari. Tidak ubahnya seperti aksi tawuran remaja maupun pelajar. Partai politik sebagai aktualisasi dari demokrasi dalam realitanya justru menampilkan lakon pendidikan politik yang jauh dari akal sehat dan tidak bermoral,” ujar Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit.

Strawberries

Menurutnya, partai politik seharusnya memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara serta menjaga keutuhan NKRI. Akan tetapi, permasalahan di internal partai seperti kasus korupsi dan ambisi mengejar kekuasaan membuat partai politik telah menyimpang dari tujuan yang sesungguhnya. Tidak mengherankan bila kemudian kepercayaan masyarakat terhadap partai politik terus mengalami kemerosotan.

“Nah, itulah yang terjadi sekarang, contohnya kasus PAN ini. Perlu disadari, anggota parpol adalah bersaudara dan mempunyai satu visi-misi untuk turut serta dalam mewujudkan tujuan nasional dalam mencapai masyarakat adil dan makmur,” tuturnya.

“Hak dipilih dan memilih dalam suatu organisasi baik ormas maupun Parpol itu adalah biasa. Kalaupun ada perbedaan pendapat dan menetapkan pilihan calon pimpinannya cukuplah ditanam dalam hati dan dikeluarkan dalam acara penentuan pilihan. Sejatinya perbuatan tawuran dan anarkis harus di hindari dan tidak perlu terjadi. Kita adalah masyarakat yang beragama bahwa menganiaya teman dan saudara sendiri sejatinya harus dihindari. Apalagi dalam satu korps yaitu parpol PAN,” papar Brigjen Pol (DR) Parasian Simanungkalit.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat tak terkecuali partai politik untuk menciptakan Indonesia sebagai negeri yang aman dan damai tanpa narkoba, tawuran maupun anarkis.

“Rakyat mengharapkan pertikaian dan perpecahan ini tidak berkelanjutan,” pungkasnya.

Ketua Umum DPN Gepenta, Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit. (ist)

Diberitakan sebelumnya, Kongres V PAN yang berlangsung di Hotel Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali diwarnai bentrokan antara pendukung Calon Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap, Selasa (11/2/2020).

Bentrokan diawali aksi saling ejek antar pendukung hingga membuat situasi semakin memanas. Lempar kursi dan adu jotos pun tak terhindarkan lagi. Akibatnya kaca ruangan pecah dan sejumlah orang mengalami luka-luka cukup serius.

“Pendukung Mulfachri Harahap banyak yang terluka akibat penyerangan kubu Zulkifli Hasan dalam kongres,” ujar Eneng Humaeroh, salah satu peserta Kongres V PAN.

Sebagian peserta kongres ada yang berusaha keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Sedangkan sebagian lainnya tetap bertahan menunggu situasi kembali tenang.

Kericuhan mereda setelah personel Brimob dari Polda Sulawesi Tenggara masuk ke dalam ruangan tersebut untuk melakukan pengamanan. (One)

Print Friendly, PDF & Email
Strawberries