Megawali Tatanan Baru (New Normal) di Alam Mayang Pekanbaru

oleh
Karyawan dan keluarga besar Alam Mayang Pekanbaru
Jasa Website murah

PEKANBARU, Saturealita.Com-Pihak pengelola Taman Rekreasi dan Hiburan Alam Mayang Pekanbaru, Drs Riyono Gede Trisoko MM, Jumat, (29/5/2020) sore mengelar doa bersama sambil makan bubur merah putih, mengawali tatanan baru (new normal) setelah ditutupnya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) selama masa pencegahan Pandemi covid-19.

Kegiatan doa bersama sambil makan bubur merah putih, mengawali tatanan baru (new normal), diikuti seluruh karyawan dan keluarga besar Alam Mayang dan doa langsung dipimpin oleh Kh Mujiono bertepatan warga RW 02 RT 04 Kelurahan Tangkerang Timur Kecamatan Tenayaan Raya Pekanbaru.

Rehabilitasi narkoba
Karyawan dan keluarga besar Alam Mayang Pekanbaru

“Mudah-mudahan, doa bersama yang kita lakukan saat ini, merupakan harapan positif bagi masyarakat dan Alam Mayang Pekanbaru itu sendiri, kita mengikuti protokol kesehatan Covid-19”, kata Riyono.

Selanjutnya, megawali doa bersama ini, Kh Mujiono, menyarankan kepada karyawan dan keluarga besar Alam Mayang untuk mengkomsumsi 3 butir bawang merah sebagai penangkal bakteri yang melekat pada virus Corona atau pandemi covid-19 dibarengi beberapa kalimat doa yang pada masa itu dibacakan langsung oleh Baginda Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam (SAW).

Mengkonsumsi bawang merah sebagai penangkal virus Corona, berdasarkan dari riwayat Imam Gazali dimasa Rasullah SAW yang pada waktu itu ada sebuah wabah mematikan.

“Semoga, dengan tip ini, tentunya kita berharap kepada Allah SWT, segala sesuatu tentang wabah termasuk virus Corona, dapat teratasi dengan sempurna”,ungkap Kh Mujiono langsung memimpin doa.

Sembari dengan kegiatan doa bersama, juga dilakukan kegiatan sosial pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) tiga kelurahan yakni, Pematang Kapau, Sialang Sakti dan Tangkerang Timur.

Dari tiga kelurahan sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK), pembagian berjalan lancar hingga pukul 16:00 wib.

“Pemberian fasilitas tempat pembagian BST tiga kelurahaan, tak lain tak bukan sebagai sumbangai kami sebagai pengelola Alam Mayang, agar dapat kemudahan dalam pelaksanaan”, tutup Riyono. (***)

Print Friendly, PDF & Email