Bincang Sastra dan Baca Puisi Lintas Generasi Warnai Puncak Perayaan HPI Riau

oleh
Suasana Kegiatan Bincang Puisi dengan tema 'Puisi Menyatukan' dan Baca Puisi Lintas Generasi

PEKANBARU, Saturealita.com-Kegiatan Bincang Puisi dengan tema ‘Puisi Menyatukan’ dan Baca Puisi Lintas Generasi merupakan, warnai puncak perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) Riau. Acara bertempat King Djie Cafe Pekanbaru, Sabtu petang (24/7/2020) kemarin, merupakan giat Komunitas Rumah Sunting pimpinan Kunni Masrohanti.

Kunni juga menggalang kerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) dan sejumlah pihak di antaranya Riau berSastra (RbS) Channel, Panggung Toktan, Forum Lingkar Pena (FLP), Forum Literasi Remaja (FLR), Competer, Kuala Aksara, Angry In Die Silent dan Matan.

Strawberries

Sesi Bincang Puisi menampilkan tiga pembicara yakni Kepala BBPR, Drs. Songgo Siruah, M.Pd, sastrawan Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom dan Kunni Masrohanti, S.Ag.  Acara diskusi  dipandu moderator sastrawan Siti Salmah dan dihadiri para sastrawan dan pegiat sastra ini berlangsung dalam suasana hujan namun tetap menarik baik bagi peserta yang hadir maupun yang menyaksikan melalui live streaming di beberapa media sosial. Di antara sastrawan yang hadir, Dr. Husnu Abadi, .Hum,  sastrawan milenial Muhammad De Putra dan sebagainya.

Ketiga pembicara sepakat dengan tema diskusi ‘Puisi Menyatukan’ dimana keragaman budaya, bahasa dan daya ucap para penyair menjadikan puisi menjadi sebuah keindahan.

Songgo Siruah dalam pemaparannya membantah adagium bahwa bahasa  puisi merusak tata bahasa Indonesia melain bahasa puisi tersebut memperkaya khasanah berbahasa dengan munculnya diksi-diksi baru yang penuh keindahan. Songgo merasa senang pihaknya bisa berpartisipasi dalam perayaan HPI ini.

Sedangkan Fakhrunnas MA Jabbar lebih banyak membahas lahirnya HPI yang digagas delapan tahun lalu oleh sastrawan Datuk Seri Rida,K. Liamsi bersama sejumlah sastrawan lain antara lain Presiden Penyair Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, kritikus Maman S. Mahayana, Ahmadun Yosi Herfanda dan lain-lain.

Bahkan deklarasi HPI tersebut dilakukan di Pekanbaru tahun 2012 silam dihadiri lebih 60 penyair dari seluruh Indonesia. Pembacaan
deklarasi dilakukan oleh Sutardji Calzoum Bachri. Dalam perayaan HPI di tingkat nasional pernah dihadiri Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin (waktu itu).

Sementara Kunni Masrohanti membicarakan  keragaman puisi dan para sastrawan selama ini menjadi sebuah kekuatan yang menyatukan.

Pada malam harinya digelar Baca Puisi Bersama yang dihadiri puluhan sastrawan dan pegiat sastra lintas generasi. Sejumlah sastrawan dan budayawan  turut tampil dengan atraksi dan gaya yang khas di antaranya Dr. Chaidir yang juga Ketua Forum Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Ketya DKR, Taufik Gidayat (Atan Lasak),  Songgo, Fakhrunnas MA Jabbar, A. Aris Abeba, Herman Rante, Bambang Kariyawan, Kunni Masrohanti, M. Asqolani Eneste, Siti Salmah,  Muhammad De Putra, dan sebagainya.

Ada pula penampilan Musikalisasi Puisi antara lain Cori Islami  dan Fitra. (***/rilis)

Print Friendly, PDF & Email
Strawberries