Perhelatan Budaya Bertema, Seminar Tata Upacara Adat Melayu Riau Dihadiri Puluhan Peserta

oleh
Kadisbudpar Riau Raja Yoserizal bersama Budayawan Riau Al-Azhar memukul kompang pertanda seminar secara resmi dibuka

PEKANBARU, Saturealita.com-Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau kembali menaja perhelatan budaya Melayu dengan tema, “Seminar Tata Upacara Adat Melayu Riau”. Helat yang diikuti puluhan peserta dari berbagai pihak itu berlangsung selama tiga hari, 24-26 Agustus di salah satu Hotel Kota Pekanbaru.

Helat ini dibuka, Senin (24/8/2020) dengan penyampaian pemahaman budaya Melayu secara umum oleh Budayawan Riau Al azhar. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tentang identitas simbolik dan identitas non simbolik dalam kebudayaan.

Kehadiran Disbud Riau Raja Yoserizal dan Datuk Al-Azhar disambut dengan pencak silat

Dijelaskannya, identitas simbolik adalah ekspresi-ekspresi budaya dalam berbagai simbol yang melekat pada bangunan-bangunan, ornamen-ornamen, dan semacamnya. Simbol-simbol itu dikutip dari bentuk-bentuk ekspresi budaya seperti Selembayung, bentuk bangunan Perpustakaan Riau, dan banyak lagi. Tidak sekadar menyebutnya, beliau juga mengulas bentuk-bentuk itu secara filosofis sesuai dengan pikiran orang Melayu masa silam.

 

Sementara itu, identitas non simbolika atau identitas yang berada dibalik ekspresi-ekspresi, beliau banyak mengulas pemaknaan dalam nilai-nilai budaya Melayu. Artinya, saat ini perlu dilakukan untuk mempertemukan kembali simbol pada makna yang hakikinya.

“Kelangkaan kita hari ini adalah soal keteladanan, sebab kita selalu mengukur Melayu hanya dari pertalian darah saja. Padahal, jika dikaji secara DNA maka darah murni Melayu dalam diri kita hanya sedikit sekali,” ulasnya.

Lebih jauh dikatakan beliau, dirinya pernah mengikuti menjadi objek dalam penelitian DNA dirinya. Hasilnya cukup mengejutkan, sebab hanya 12 persen saja dalam dirinya darah Melayu. Selebihnya campuran berbagai pertalian darah budaya bangsa-bangsa.

“Artinya, lihatlah Melayu secara budaya sehingga luas pemahaman kita tentang diri kita,” katanya mengakhiri.(***)

Print Friendly, PDF & Email