Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Tok Tan Rileks, Cerdas, dan Kreatif

oleh
Doc Humas Panggung Tok Tan Riau

PEKANBARU, Saturealita.com-4 Pilar Kebangsaan yang diinisiasi anggota MPR RI Idris Laena di sosialisasikan berkerja sama dengan Komunitas Tok Tan, Ahad (23/8/2020) kemarin penuh dengan suasana persahabatannya. Apa lagi sang legendaris penyair di era tahun 70-an Aris Abeba saat ini merupakan Sesepuh Tok Tan mampu mengemas secara rileks, cerdas, dan kreatif.

Hal ini disampaikannya salah seorang tokoh masyarakat Riau, drh Chaidir yang hadir bersama tokoh masyarakat lainnya. Helat dengan tema, “Gelar Seni Budaya dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan” di Panggung Tok Tan milik Seniman Aris Abeba.

Menurut mantan Ketua DPRD Riau ini, kemasan acaranya bagus. Materi 4 pilar itu materi serius dan berat. Tapi oleh Aris Abeba dikemas rileks berlatar seni budaya. Sehingga sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampau. Sosialisasi nilai-nilai Pancasila dalam empat pilar kebangsaan yang disampaikan Idris Laena terasa tidak monoton, apalagi Idris Laena didaulat baca puisi.

“Ke depan, sosialisasi nilai-nilai Pancasila harus dibuat kreatif dan cerdas apalagi misalnya auduens-nya didominasi oleh kalangan millenial,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Setjen MPR RI, Siti Fauziah mengatakan, meski suasana Pandemi, Sosialisasi Empat Pilar tidak boleh terhenti.

“Sosialisasi Empat Pilar MPR tidak boleh berhenti karena amanat undang-undang. Dan, tujuan utama sosialisasi adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Di Bumi Lancang Kuning, Riau, yang kental akan budaya Melayu kata Siti Fauziyah, kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya. “MPR RI yang bekerjasama dengan Panggung Toktan menyelenggarakan pagelaran seni sastra baca puisi ini bukan untuk memberi hiburan semata, namun juga bertujuan ikut melestarikan seni budaya terutama puisi itu sendiri,” tandasnya.

Anggota MPR RI asal Riau, Idris Laena, saat membuka Gelar Seni Budaya di Pekanbaru ini menjelaskan, seni diciptakan untuk memberi rasa senang. “Seni diciptakan dengan senang dan dinikmati dengan senang pula. Jadi, antara karya seni dan penikmat seni sama-sama senang sehingga tercipta harmonisasi, rasa senang, dan bahagia,” katanya.

Lebih dari itu, menurut Idris Laena, seni dapat mempertajam rasa kemanusiaan, rasa nasionalisme, dan rasa patriotisme. “Semua rasa inilah yang mempersatukan bangsa. Siapa yang tidak berseni, dia termasuk tidak kreatif dan tidak aspiratif. Ibarat sayur tanpa garam,” paparnya.

Acara dimulai dengan pembacaan puisi oleh Qory Islami Aris. Kemudian budayawan H Dheni Kurnia. Baru sambutan dari Humas MPR RI. Dan Idris Laena.

Setelah sosialisasi Empat Pilar disampaikan Idris Laena, pembacaan puisi diteruskan oleh Siti Salmah, Andrimar AR, DM Ningsih, Bambang Kariyawan, Tien Marni dan Fakhrunnas MA Jabbar.

Ada juga persembahan Musikalisasi Puisi Panggung Toktan, Komunitas Pemusik Jalanan, Musikalisasi TM Sum dan Tengku Muhammad Fauzi
ZK Panggung Toktan.

Termasuk penyerahan buku Antologi Puisi “Bunatin” (Pemenang Buku Puisi Terbaik Nasional 2018) Karya Dheni Kurnia (Buya Panggung Toktan) kepada Idris LaenaI (Ketua Badan Penganggaran MPR RI).

Selain Idris Laena, acara ini juga dihadiri anggota MPR dari kelompok daerah DPD RI asal Riau, Instiawati Ayus, Kepala Dinas Kebudayaan Raja Yoserizal Zein, tokoh masyarakat Fauzi Kadir, Budayawan Riau Dr Husni Abadi, Ian Makhyar, Moestamir Talib, Griven, pengurus Aseri (Asosiasi Seniman Riau) dan pelaku seni lainnnya.(***)

Print Friendly, PDF & Email