Dianaya Lalu Dibuang Oleh Orang Tuanya, Malah Jadi Anak Angkat Kapolres

oleh
Jasa Website murah

PELALAWAN, Saturealita.com--Baru-baru ini viral, sebuah video memperlihatkan seorang bocah laki-laki yang tubuhnya dipenuhi dengan luka-luka. Diketahui Bocah laki-laki itu berinisial RFZ (10) ini disiksa oleh ayahnya DZ (34) dan dibuang ibunya MZ (33) sewaktu tinggal di komplek perusahaan di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko setelah melihat kejadian yang menimpah bocah malang tersebut merasa prihatin dan dia memutuskan untuk mengadopsi anak tersebut sebagai anak angkatnya.

Rehabilitasi narkoba

“Iya, saya merawat RFZ sebagai anak angkat saya. Dia saat saat ini sudah bersama keluarga dan tinggal di rumah saya,” kata Indra dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (2/10/2020).

Indra menyebutkan, dia akan merawat korban kekerasan itu sebaik mungkin seperti anaknya sendiri. Dia juga sudah berkoordinasi dengan salah satu sekolah di Pangkalan Kerinci agar RFZ bisa pindah sekolah.

Bocah laki-laki berusia 10 tahun itu, dianiaya oleh sang ayah. Ia dipukuli dengan benda-benda tajam yang membuat tubuhnya dipenuhi luka lebam. Bahkan terlihat kuku kelingking dijari kakinya dicabut paksa.

Tubuh RFZ banyak mengalami luka akibat penganiayaan ayahnya DZ. Dalam kasus ini ayah dan ibu korban MZ, sudah dimintai keterangan. DZ mengaku telah menganiaya anaknya dengan cara beberapa jari kakinya dijepit dengan tang. Dalam pengakuan Ayah korban juga mengaku telah melayangkan kursi kayu ke punggung anaknya. Tak puas melakukan itu, DZ memukulkan tang tersebut ke wajah Refan hingga tersayat. Malah ayahnya ini sempat akan memotong kaki anaknya dengan kapak namun ditahan istrinya.

Mengetahui tindakan kekerasan tersebut, sang ibu tak tahu harus melakukan apa. Ia justru membawa pergi sang anak. Dan meninggalkannya begitu saja di pinggir jalan. Sang ibu hanya memberikannya sebuah memo di sebuah kertas.

“ Nak, maaf mamak ya. Terpaksa saya tinggal kan kamu di jalan, krn saya tidak sanggup melihat kamu menderita atau tersiksa karna kebandelan mu, setiap hari kamu bikin masalah. Maafin mama nak. jaga dirimu baik-baik, ya.”

Indra Wijatmiko Menuturkan, menurutnya jika korban dikembalikan lagi kepada orangtuanya, dikhawatirkan akan kejadian lebih parah lagi. “Kalau saya kembalikan juga ke keluarganya, takutnya nanti kejadian yang lebih parah lagi. Dari pada anak ini mati makanya saya selamatkan,” ucap Indra Wijatmiko.

Indra Wijatmiko menyebutkan, kondisi fisik bocah tersebut masih banyak bekas luka yang harus diobati. Luka tersebut bekas penganiayaan yang dilakukan ayah kandungnya DZ(34).

“Kondisi fisiknya masih banyak bekas luka yang belum sembuh. Masih perlu perawatan agar segera pulih,” kata Indra.

Untuk saat ini, korban tengah dalam proses pemulihan psikis. Akibat trauma yang dialami.

Kapolres Indra mengatakan anak angkatnya tersebut sering ia ajak ke kantor polisi. Agar sang anak lebih mudah beradaptasi. Sehingga kepercayaan dirinya dapat kembali meningkat. (Md)

Print Friendly, PDF & Email