Mengcovidkan Pasien, Muldoko Minta Rumah Sakit Untuk Jujur

oleh

SEMARANG, Saturealita.Com–Terkait masalah banyaknya isu yang beredar di tengah masyarakat tentang rumah sakit mencari ‘keuntungan” dari data pasien Covid-19.

 

Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden, memberitahuakn agar rumah sakit untuk jujur terhadap data kematian pasien di tengah pandemi covid-19, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan agar laporan yang terkait kematian pasien tak selalu dikaitkan dengan covid-19 sebagai penyebabnya.

 

Hal ini disampaikan Moeldoko saat melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, dan bertemu Gubernur Ganjar Pranowo.

 

“Tadi saya sudah berdiskusi dengan pak gubernur, salah satunya tentang definisi ulang kasus kematian selama pandemi. Definisi ini harus kita lihat kembali, jangan semua kematian pasien dikatakan akibat covid-19,” kata Moeldoko dikutip dari Antara, Jumat (2/10).

 

Terkait dengan isu yang berkembang tersebut, Moeldoko menilai, harus ada tindakan serius agar isu yang menimbulkan keresahan pada masyarakat tersebut segera tertangani, di tengah kerja keras Pemerintah dalam menanganani pandemi.

 

Menurutnya, isu rumah sakit mengcovidkan semua pasien yang meninggal untuk mendapatkan anggaran dari Pemerintah diakuinya memang sudah menggema dimasyarakat. Hal ini manjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam kesempatan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah.

 

Moeldoko mengatakan, selama ini ada isu yang berkembang bahwa rumah sakit rujukan “meng-COVID-kan” semua pasien yang meninggal dunia untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah.

 

Misalnya orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan justru didefinisikan meninggal karena covid-19 oleh rumah sakit yang menangani. Sementara dari hasil tes menunjukkan negatif covid-19.

 

“Ini perlu diluruskan agar jangan sampai menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu,” ujarnya.

 

“Maka, yang seperti ini perlu diluruskan, agar jangan sampai justru menguntungkan pihak- pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi tersebut,” jelasnya.

 

Hal tersebut sempat dipertanyakan oleh Muldoko, bagaimana banyak asumsi muncul semua yang meninggal di rumah sakit dicovidkan. Ada orang diperkirakan Covid terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar dan setelah hasilnya keluar, ternyata negatif.

 

“Ini kan kasihan dan ini adalah contoh-contoh agar kita bisa memperbaiki dalam memberikan penanaganan Covid-19” tegasnya.(Md)

Print Friendly, PDF & Email