Presiden Jokowi Pimpin Upacara HUT TNI Ke-74

oleh

JAKARTA, Saturealita.com–Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia atau HUT ke-75 TNI diperingati pada 5 Oktober 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19 acara Peringatan HUT Ke-75 TNI akan dilaksanakan secara virtual.

Dalam Upacara HUT TNI KE 74 Tahun ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inpektur upacara yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

HUT TNI tahun ini mengambil tema ‘TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’. Kekuatan pasukan parade yang dikerahkan diketahui berjumlah 6.806 personel berasal dari tiga matra.

Kemudian, sejumlah alutsista juga ditampilkan dalam parade defile. Di antaranya, Radar Surveillance, Turangga, Oerlicon, RM 70 Grad, MRLS, Serpa, MPCP Mistral, Caesar, Atlas Mistral, Astros, Anoa, pesawat Boeing 737, pesawat CN 235, hingga pesawat F 16.

Sebelum acara puncak di Istana Negara, TNI telah menggelar beberapa serangkaian kegiatan. Mulai dari donor darah, pembagian sembako, lomba bersepeda, dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata.

Terkini, pada Jumat (3/10/2020) Panglima TNI berziarah ke TMPN Kalibata. Dalam ziarah tersebut, Hadi Tjahjanto turut didampingi oleh KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Sebelum tabur bunga, Hadi Tjahjanto sempat memimpin upacara di area Tugu Garuda sekaligus mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Tabur bunga dilakukan di sejumlah makam pahlawan, di antaranya makam Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, makam Jenderal Besar (Purn) Abdul Haris Nasution dan makam Jenderal TNI (Purn) Maraden Saur Halomoan Panggabean.

Kemudian di makam Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani serta makam Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat.

Selain itu, dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI menghadapi tantangan baru, yakni ikut menanggulangi bencana nonalam, yakni pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 merupakan ancaman nirmiliter, yang berbeda dengan ancaman militer dan ancaman nonmiliter.

Dalam memperingati HUT ke-75 Tentara Nasional Indonesia (TNI) hari ini TNI diminta untuk meningkatkan kemampuan dan persenjataannya menghadapi ancaman hibrida, yakni ancaman senjata kimia, biologi, radiasi, dan nuklir.

“Melalui peringatan HUT ke-75 ini, TNI diharapkan segera meningkatkan kemampuan dan persenjataannya untuk menghadapi ancaman CBRN (chemical, biology, radiation, and nuclear). Ini dikenal sebagai ancaman hibrida dan telah mengubah perspektif ancaman di masa mendatang,” kata pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin 5 Oktober 2020.

Menurut Nuning, HUT TNI tahun ini terbilang cukup unik karena kondisi negara yang masih berjuang menghadapi pandemi COVID-19.

“Sejak Maret 2020, TNI bersama kementerian dan instansi pemerintah yang lain serta seluruh komponen bangsa bahu membahu menangani korban yang terinfeksi sekaligus berusaha memutus rantai penularan,” tuturnya.(Md)

 

Print Friendly, PDF & Email