Hari Puncak Demo Omnibus Law Ciptaker, Presiden Jokowi Malah Tinggalkan Istana

oleh

JAKARTA, Saturealita.com–Hari ini Kamis Oktober 2020 akan menjadi puncak mogok nasional 3 hari dalam bentuk unjuk rasa.
Presiden Joko Widodo meninggalkan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, sejak Rabu 7 Oktober 2020. Padahal demo Omnisbus Law Cipta Kerja akan digelar di depan Istana Merdeka.

Seperti diketahui Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB.
Unjuk rasa yang dua hari ini sempat terjadi di sejumlah kota untuk menentang disahkannya Undang-undang Cipta Kerja.
Elemen mahasiswa dan buruh akan bergabung dan berunjuk rasa di depan Istana.

“Kami dari Aliansi BEM SI akan melaksanakan aksi nasional yang dilaksanakan terpusat di Istana Merdeka pada 8 Oktober 2020 dan akan ada aksi serentak menuju tanggal 8 Oktober 2020 di wilayah masing-masing,” kata Koordinator Media Aliansi BEM SI Andi Khiyarullah ketika dikonfirmasi, Rabu (7/10/2020).

selain daripada itu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan buruh tidak memiliki rencana melakukan pengerahan massa untuk aksi di Jakarta. Baik ke Istana Merdeka maupun ke Gedung DPR.

“Buruh tidak ada rencana aksi di DPR RI dan Istana,” tutur Said.

Dia mengatakan buruh hanya akan tetap melakukan aksi mogok kerja nasional disertai dengan aksi penyampaian pendapat di dalam lingkungan pabrik masing-masing.

“Sesuai instruksi KSPI dan pemberitahuan aksi. KSPI dan 32 federasi lainnya hanya melakukan aksi unjuk rasa di dalam lingkungan pabrik,” ujar Said.

OPihak istana membantah Presiden ketujuh RI itu menghindari aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh untuk menolak UU Cipta Kerja.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menilai aksi mogok nasional yang dilakukan para buruh dalam memprotes Undang-undang (UU) Cipta Kerja dapat memperburuk perekonomian.

Sebab, kata Donny, aksi mogok tersebut dilakukan di tengah pandemi Covid-19 saat perekonomian Indonesia tumbuh negatif.

“Mogok kerja dalam pandemi ini juga sesuatu yang akan mengakibatkan perekonomian kita semakin memburuk, kita sekarang sedang recovery dan sedang berusaha untuk bangkit,” kata Donny saat dihubungi, Rabu (7/10/2020).

“Ya saya kira semua pihak harus mendukung upaya pemerintah dalam mengembalikan perekonomian kita menjadi normal kembali,” lanjut dia.

Ia menyarankan sebaiknya para buruh menyampaikan protesnya secara konstitusional dengan menggugat UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ingat ada protokol kesehatan ya kerumunnan bisa menciptakan klaster baru dan akan merugikan buruh sendiri,” ucap Donny.

Mogok kerja sebagai protes disahknnya UU Cipta Kerja oleh DPR RI dalam bentuk unjuk rasa.
Unjuk rasa yang dua hari ini sempat terjadi di sejumlah kota untuk menentang disahkannya Undang-undang Cipta Kerja.
Elemen mahasiswa dan buruh akan bergabung dan berunjuk rasa di depan Istana.

selain itu salah satu topik terpopuler hari ini, (kamis/8/10/2020) adalh Tagar #jokowikabur meramaikan media sosial.

Tagar ini muncul setelah diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan bertolak ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk meninjau proyek Food Estate.

Deputi Protokol Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, Presiden sejak sore kemarin, Rabu (7/10/2020) tidak berada di Jakarta.

Kendati bertepatan dengan puncak demo UU Cipta Kerja, Bey membantah Presiden Jokowi sengaja meninggalkan Jakarta. Dia mengatakan bahwa agenda meninjau food estate di Kalimantan Tengah telah direncanakan jauh hari, sehingga tidak ada kaitan dengan aksi unjuk rasa.

“Presiden memang concern kepada ketahanan pangan nasional, karena seperti peringatan FAO ada risiko kelangkaan pangan akibat pandemi. Jadi memang Presiden ingin meninjau langsung progres Food Estate ini,” ujarnya.(Md)

Print Friendly, PDF & Email