Swab 2 Kali Negatif, Tapi Meninggal Dinyatakan Positif Covid-19. RS Ibnu Sina dan Dinkes Pekanbaru Dilaporkan Ke Polisi

oleh

PEKANBARU, Saturelita.com–Rumah Sakit Ibnu Sina dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru secara resmi dilaporkan ke Polda Riau oleh pihak keluarga dari almarhumah Wirsamsiwarti.

Pihak keluarga pasien yang meninggal dengan status negatif Covid-19 namun tercatat positif di Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru.  Mereka melaporkan Diskes ke Polda Riau, Rabu (14/10).

Hal itu dilakukan oleh anak almarhumah Wirsyamsiwarti, Wince Oktavia. Ia bersama Zulkardi dan kuasa hukumnya Suroto SH mendatangi Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPTK) Polda Riau melaporkan kejadian yang dialami keluarganya.

Suroto, Ketua Tim Advokasi dari pihak keluarga mengatakan laporan tersebut adalah tindak lanjut dari hasil swab dari rumah sakit terhadap almarhumah Wirsamsiwarti yang dinyatakan negatif Covid-19. Namun hasil rekapitulasi dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru justru dinyatakan positif Covid-19.

“Sebagai tindak lanjutnya kami membuat laporan polisi dugaan pelanggaran pasal 263 dan 267 KUHP, karena dari data yang ada di media sosial Gugus Tugas bahwa pihak keluarga itu positif Covid-19,” ujaranya.

Wirsyamsiwarti sebelumnya dinyatakan meninggal dunia akibat terkonfirmasi virus Corona. Ini berdasarkan data yang dikeluarkan Diskes Kota Pekanbaru. Namun, belakang hal tersebut terbantah. Almarhumah meninggal dunia bukan karena Covid-19. Ini dibuktikan dengan hasil tes swab atau tes usap Wirsyamsiwarti kala dirawat di RS Ibnu Sina sebanyak dua kali, yang menyatakan negatif.

“Keluarga saya meninggal dunia tanggal 28 September. Tapi, diumumkan Ketua Gugus Tugas Pekanbaru inisial W, warga Pekanbaru tinggal di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai meninggal karena Covid-19 pada tanggal 30 September,” sebut Zulkardi.

Zulkardi menambahkan, dugaan manipulasi data juga dilakukan terhadap umur almarhumah diubah menjadi 62 tahun, sementara Wirsyamsiwarti berusia 66 tahun. Tak hanya itu saja, almarhumah dikatakan dikuburkan pada 30 September, padahal dikebumikan tanggal 29 September.

“Keluarga saya negatif, tapi dikatakan positif. Ini membuat tidak ada warga yang datang ke rumah untuk takziah. Ini juga menjadi luka mendalam bagi kami,” sambung dia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, membenarkan perihal adanya laporan dari masyarakat, terkait status pasien Covid-19, pada Rabu (14/10/2020).
Disebutkan Sunarto, pelapor atas nama saudari Wince. Ia merupakan anak dari pasien almarhumah Wirsyamsiwarti (66).

Sebelumnya dipaparkan Zulkardi, pihaknya sudah sempat berkoordinasi dengan dinas kesehatan tentang masalah tersebut. Instansi itu katanya mengaku salah input data.

“Ini sangat tidak masuk akal, satu mungkin tak apa, tapi ini lebih dari satu. Jadi di sini kuat dugaan ada permainan, ada mafia dibalik bencana Covid-19. Sebelumnya dirawat di RS Ibnu Sina. Hasil swab negatif,” tegasnya. (Md)

Print Friendly, PDF & Email