Pemerintah Kota Pekanbaru Akan Jemput Paksa Bagi OTG Covid-19

oleh

PEKANBARU, Saturealita. Com–Pemerintah Kota Pekanbaru segera menerapkan Peraturan Walikota (Perwako) tentang isolasi mandiri bagi orang tanpa gejala OTG Covid-19.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Muhammad Jamil mengungkapkan, Perwako tersebut diperkirakan efektif diberlakukan pada pekan depan. Ada sanksi bagi OTG yang tidak mengikuti Perwako tersebut.
Perwako tersebut menjadi payung hukum dalam regulasi yang mengatur isolasi mandiri bagi OTG. Nantinya isolasi mandiri bagi OTG harus di bawah pengawasan pemerintah. OTG menjalani isolasi di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

Jamil menguraikan, perwako tersebut efektif diberlakukan pada pekan depan. Ada sanksi bagi OTG yang tidak mengikuti perwako tersebut.

Menurutnya, Perwako isolasi mandiri bagi OTG tersebut saat ini telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Perwako tersebut akan dilakukan harmonisasi dengan peraturan gubernur (pergub). Usai harmonisasi dengan pergub, dikatakan Jamil, perwako tersebut akan dikembalikan ke pemerintah kota untuk ditandatangani wali kota Pekanbaru untuk pengesahan. Perwako tersebut efektif diberlakukan mulai Senin (19/10).

“Kalau mereka tidak mau dijemput (ke rumah) menggunakan ambulans, silahkan datang sendiri naik mobil pribadi atau sepeda motor. Tapi kalau tidak, petugas yang akan jemput. Tidak mau, dipaksa,” tegasnya.
Disampaikan walikota, kebijakan itu terpaksa diambil mengingat terus meningkatnya kasus positif covid yang sebagian besar di antaranya merupakan OTG.

“Jadi untuk positif corona OTG, mereka harus isolasi di tempat yang disediakan. Karena di rumah mereka tidak akan mampu. Isolasi di rumah tidak akan mungkin dapat diterapkan sekalipun rumahnya bisa menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

“Kita beri sanksi, ada penjemputan paksa. Dengan pemaksaan, kita bersama dengan aparat penegak hukum (polisi),” kata Jam il. Jumat (16/10/2020). (Md)

Print Friendly, PDF & Email