Pemerintah RI Tegaskan Tidak Akan Memboikot Produk Asal Prancis

oleh
Jasa Website murah

JAKARTA, Saturealita.com–Di tengah maraknya seruan pemboikotan terhadap produk asal  Prancis diberbagai negara, Pemerintah Republik Indonesia justru menegaskan tidak akan memboikot produk-produk dari Prancis.
Meskipun, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mendukung seorang guru menampilkan karikatur Nabi Muhammad dan menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di dunia.

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Mahendra Siregar mengatakan pemerintah ingin meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga aksi boikot-boikot produk seperti dari Prancis itu tidak akan dilakukan.

Rehabilitasi narkoba

“Pemerintah Indonesia tidak mempertimbangkan atau membahas hal tadi karena memang hal ini malah akan memperkeruh kondisi. Kita saat ini justru ingin meningkatkan investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jadi langkah-langkah seperti itu tidak dilakukan pemerintah,” kata Mahendra.

Sebelumnya, sejumlah asosiasi perdagangan di negara Arab mengumumkan pemboikotan produk Prancis sebagai bentuk protes atas komentar terbaru Presiden Emmanuel Macron terkait Islam. Tagar berisi ajakan pemboikotan ramai di sejumlah negara seperti Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki

“Karena kasus tersebut menyangkut isu non trade, sejauh ini tidak ada langkah-langkah yang Kemendag lakukan,” katanya, Senin (2/11/2020).

Kasus tersebut bermula, ketika Macron berjanji melawan “separatisme kelompok Islam”, yang dia disebut mengancam mengambil alih kendali di beberapa komunitas muslim di sekitar Prancis. Dia juga menggambarkan Islam sebagai sebuah agama yang sedang dalam krisis di seluruh dunia dan mengatakan pemerintahnya akan mengajukan RUU pada Desember untuk memperkuat UU 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara.

Ditambah dukungannya terhadap majalah yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, memicu kampanye di media sosial menyerukan boikot produk Prancis dari supermarket di negara-negara Arab dan Turki.

Dipastikan jika sejauh ini pemerintah tidak mempermasalahkan atau masih membebaskan produk-produk asal Prancis. Mengingat, tidak ada larangan atau pemboikotan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para pemuka agama bahkan mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menyinggung umat Islam. Dia juga mengecam kejadian kekerasan yang telah terjadi di Prancis.

“Baru saja membahas perkembangan dunia, khususnya terkait dengan persaudaraan antar umat beragama,” kata Jokowi

Jokowi menegaskan, Indonesia mengecam keras peristiwa kekerasan yang menewaskan sejumlah orang di Prancis. Kemudian, ia mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris yang telah memakan korban jiwa, kedua, Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia,” ucapnya. (Md)

Print Friendly, PDF & Email