Setelah 8 Bulan Pandemi, Sekolah di Pekanbaru Dibuka Lagi

oleh
Jasa Website murah

PEKANBARU, Saturealita.com–Berdasarkan Surat Keputusan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru No.800 Disdik Sekretaris I/03799/2020 kegiatan sekolah di Pekanbaru, mulai 16 November 2020 diizinkan dengan tatap-muka secara terbatas.

Untuk tahap awal, Pemko Pekanbaru hanya menerapkan sekolah tatap muka separuh dari total 45 SMP negeri yang ada di Pekanbaru, atau sekitar 23 SMP Negeri.
Tak hanya itu, durasi belajar juga sangat jauh berkurang yakni hanya masuk sekali seminggu. Setiap pertemuan hanya berlangsung selama 3 jam.

Rehabilitasi narkoba

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pekanbaru telah mengatur pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah serta membagi jadwal masuk tiap tingkatan kelas.
Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas mengatakan, pembelajaran dalam kelas dilakukan hanya selama tiga jam. Tidak ada keluar main dalam sekolah tatap muka ini.

“Kemudian, dibentuk panitia atau tim covid-19 yang akan memantau penerapan protokol kesehatan di sekolah. Misalnya anak-anak permisi keluar kelas untuk ke toilet, ada petugas yang mengantarnya,” jelasnya.

Sementara itu jika di dalam kelas biasanya ada empat baris meja, maka saat ini yang akan dipakai hanya dua baris. Setiap meja diberi nama peserta didik.

“Yang terpenting itu adalah, adanya surat pernyataan dari orang tua. Jadi orang tua membuat pertanyaan bersedia anak mereka melakukan sekolah tatap muka, dan bersedia mengantar dan menjemput anak tepat pada waktunya,” jelasnya.

Sedangkan jadwal sekolah tatap muka, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat. Kelas IX masuk hari Senin, Kelas VIII Rabu, dan Kelas VII hari Jum’at. Masing-masing hanya 50 persen dari jumlah peserta didik.

Ismardi menegaskan, selain tingkat SMP dan sekolah yang sudah ditunjuk, Disdik Kota Pekanbaru tidak memperbolehkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka dahulu. Jika ada yang menerapkan tanpa izin, maka akan diberi teguran.

“Kami sudah mendapatkan izin dari Walikota Pekanbaru, oleh karena itu kami langsung mempersiapkan segala sesuatunya untuk pembelajaran tatap muka,” ujar Ismardi.

Ismardi mengatakan, langkah ini dilakukan setelah pihaknya mengumpulkan para kepala sekolah di Kota Pekanbaru untuk melakukan sosialisasi yang kemudian nantinya sekolah akan menyampaikannya kepada orangtua.

“Harapan kami sosialisasi ini akan langsung disampaikan satuan pendidikan masing-masing, sehingga mereka bisa segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Ia juga menegaskan, pertemuan untuk pembelajaran tatap muka terbatas yakni hanya dilakukan 1 kali dalam seminggu selama 3 jam per siswa dan hanya untuk pelajaran yang dianggap sulit dikerjakan di rumah oleh siswa.

“Hanya dilaksanakannya dengan beberapa mata pelajaran tertentu, sudah dipastikan jumlah siswa yang datang ke sekolah telah terbatas yaitu hanya 50 persen dari siswa setiap kelasnya. Misalkan satu kelas itu ada 30 siswa, maka yang masuk hanya 15 siswa per kelas nya. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” ucap Ismardi.

Tatap muka di sekolah ini tidak dilakukan secara serentak. Tahap awal akan dilaksanakan pada sekolah yang berada di pinggiran kota, khususnya pada zona yang sulit mendapatkan jaringan seluler.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengizinkan sekolah di zona hijau dan zona kuning penularan virus corona (Covid-19) untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka, tapi semua keputusannya itu ada di komite sekolah, kepala sekolah, dan kepala dinas,” kata Nadiem dalam keterangannya.

Nadiem mengaku khawatir perkembangan pendidikan formal siswa jika tidak bisa belajar dengan baik selama pandemi karena tidak mempunyai akses dan gawai. “Saya khawatir mereka tidak bisa belajar apa-apa dan tertinggal,” tambahnya. (Md)

Print Friendly, PDF & Email