Selalu Terapkan Prokes Perserosi Kota Pekanbaru Keluhkan Hambatan Berlatih

oleh
Bunda Hartini Pelatih Nasional Sepatu Roda dari Klub Ikos Semarang bersama dua atlet terbaiknya berbagai ilmu saat latihan bersama
Jasa Website murah

PEKANBARU, Saturealita.Com-Salah satu cabang olahraga (Cabor) Sepatu Roda yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), menuai hambatan dalam melaksanakan latihan. Seperti yang dirasakan oleh Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Pekanbaru.

Ketua Perserosi Kota Pekanbaru, Sulastri menyebutkan, adanya upaya
penghambatan latihan terjadi ketika pihaknya saat melaksanakan latihan di Jalan Badak, Perkantoran Walikota Pekanbaru pada Jumat (25/12/2020).

Rehabilitasi narkoba

Padahal, menurut Sulastri, pihaknya bukan mengadakan iven yang
mendatangkan banyak orang, tetapi hanya sebatas latihan saja. Hanya saja oleh pihak tertentu mereka dianggap menggelar iven dan tanpa pemberitahuan kepada pihak yang berwenang.

“Kita ingin Porserosi ini menjadi barometer bagi klub-klub sepatu roda di Pekanbaru, sebagai tempat komunikasi dan meningkatkan prestasi atlet. Jika kegiatan latihan ini dihalang-halangi, bagaimana kita bisa mencapai keinginan tersebut”,kata Sulastri, Sabtu (26/12/2020).

Pelatih dari Semarang (Jateng), Hartini juga menyesalkan upaya-upaya ‘penjegalan’ latihan yang dilakukan Porserosi Pekanbaru kemarin. Menurutnya, Sepatu Roda tidak akan maju jika situasi seperti ini terus terjadi.

“Kita sayangkan kondisi ini terjadi di daerah yang memiliki banyak atlet potensial. Saat ini, jika dibanding dengan daerah lain, Pekanbaru khususnya Riau masih kalah jauh. Baik itu dari segi pelatihan, maupun prestasi. Mestinya, pemerintah daerah memberi keleluasaan bagi setiap cabor dalam melaksanakan latihan,” ucapnya.

Dia juga menapik kalau latihan yang mereka gelar bebarapa waktu lalu dihentikan paksa oleh pihak kepolisian. Katanya, pihak kepolisian hanya mengingatkan untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan.
“Tidak benar kami dibubarkan. Pihak aparat hanya mengingatkan soal prokes. Dan kami dalam latihan tetap mematuhi prokes,” tukasnya.

Dia menyebutkan, ada sekelompok orang yang mencoba untuk ‘menggoyang’ Perserosi Pekanbaru. Ini menurutnya cara yang tak baik. Sebab akan menganggu pencapaian prestasi atlet.

Sebagaimana diberitakan salah satu media online, bahwasannya Perserosi Kota Pekanbaru dinilai tidak mengindahkan maklumat Kapolri dan Instruski Presiden Jokowi tentang larangan melakukan kerumunan di tempat terbuka tidak diindahkan. Bahkan latihan yang mereka laksanakan pada Jumat kemarin disebut dibubarkan oleh Polsek Tenayan Raya.

“Sekali lagi kami sampaikan, tidak benar kami dibubarkan. Begitu juga saat kami melakukan latihan pada Sabtu kemarin. Mereka yang tidak suka dengan kita saja yang sewot dan membesar-besarkannya. Saya kira ini bukan cara-cara yang elegan dalam mencapai tujuan,” pungkas Hartini.(***)

Print Friendly, PDF & Email