Memahami Makna Sukses Menurut Al Qur’an

oleh
Jasa Website murah

PEKANBARU, Saturealita.Com – Dunia adalah tempat menanam, barang siapa ingin mendapatkan sukses negri akhirat maka harus menyiapkan diri ketika di dunia. Pada (QS. Al Mu’minun: 1-11) diterangkan ciri-ciri orang yang akan mendapatkan sukses negri akhirat, yaitu memiiliki ciri-ciri sewaktu dunia adalah sebagai berikut:

1. Kekuatan Spiritual
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang yang khusu’ dalam shalatnya.  Kemampuan memiiliki imajinasi positif untuk membayangkan bahwa: Allah itu ada, syurga itu ada, neraka itu ada, malaikat itu ada, siksa padang masyar itu ada, siksa kubur itu ada, dan perjumpaan dengan Allah swt adalah sesuatu yang pasti. Orang yang meyakini bahwa janji Allah itu benar.

Rehabilitasi narkoba

2. Memiliki Efektifitas, Efisiensi dan Optimasi dalam  Produktifitas
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak memiliki manfaat (laghqi). Dengan demikian dalam membuat transformasi  di bidang apapun,  seorang muslim harus mampu memanfaatkan seluruh sumberdaya dan memperbaiki system secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dengan menerapkan teknik manajemen yang efektif dan efisien merupakan ciri orang yang tidak melakukan perbuatan yang sia-sia, sehingga seluruh potensinya teroptimalisasi untuk kepentingan dan kebaikan bagi umat.

3. Kepekaan Sosial
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang yang menunaikan zakat.  Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, memiliki harta dan memiliki kekuatan spiritual. Kita hidup harus peduli dengan orang lain, kita harus memiliki empati yang tinggi kepada orang lain, kita harus mampu merasakan bagaimana perasaan sahabat kita. Orang yang dapat melayani sepenuh hati kepada tamunya, orang tuanya, anak dan istrinya, sahabatnya hanyalah mereka yang memiliki kepekaan batin yang tinggi.  Kepekaan sosial dapat di tajamkan dengan seringnya kita bergaul bersama dengan orang lebih rendah dari pada kita. Jika kita selalu melihat orang yang statusnya di atas kita, maka kepekaan sosial akan menjadi berkurang.

4. Kredibilitas Moral (moral creadibility)
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang yang dapat menjaga dan menyalurkan kebutuhan seksualnya dengan baik. Prediksi masa depan penyakit seksual dan moral semakin meningkat, ini merupakan indicator kegagalan sesorang dalam mengendalikan dorongan kebutuhan seksual yang begitu hebat. Bahwa kesuksesan seseorang tidak dipengaruhi oleh kekuatan intelektual mereka, melainkan kekuatan emosional dan moral mereka. Orang yang cerdas adalah mereka yang dapat mengendalikan hawa nafsunya, dan mampu berfikir ke depan   untuk keselamatan hidupnya di yaumil akhir kelak.

5. Memenuhi Amanah
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang yang dapat memenuhi apa yang telah diamanahkan kepadanya. Amanah adalah sesuatu yang harus dikerjakan bukan sekedar karena kemauan diri sendiri saja, melainkan karena kebutuhan standart operasional prosedur (SOP). Seseorang yang bekerja di kantor, tentunya mendapatkan amanah mengelola uang. Seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin dia akan mendapatkan amanah untuk mengelola sumber daya untuk kemakmuran rakyatnya. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang diamanahkan kepadanya. Untuk dapat memenuhi amanah, maka sangat diperlukan disiplin tinggi dan penuh kesadaran. Seseorang akan dapat menjaga amanahnya dengan baik jika memiliki soliditas moral dan spiritual. Ingat, bahwa salah satu ciri orang munafiq yaitu apabila dia diberi amanah dia ingkar. Ingat, bahwa orang munafiq tempatnya di kerak neraka.

6. Memenuhi Janji
Orang yang akan masuk syurga hanyalah orang yang dapat  memenuhi janjinya dengan baik. Janji adalah sesuatu yang harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah disetujui  atau diikrarkan oleh dirinya sendiri.  Ingat, bahwa  salah satu ciri orang munafiq yaitu apabila di berkata maka dia berbohong. Seseorang yang ingin mendapatkan sukses akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang yang telah ia janjikan. Untuk dapat memenuhi janji maka sangat diperlukan pengetahuan dan prediksi yang cukup tinggi, yaitu apakah dia sangup melaksakan atau tidak. Janji hanya dapat dipenuhi jika kita memiliki kebiasaan  disiplin tinggi. Janji dapat dipenuhi dengan baik jika melakukan janji kita penuh penuh dengan kesadaran. Iman kita mengalami kondisi naik turun, Rasulullah SAW mengatakan “al imanu yazid wa yankus”, iman seseorang itu naik dan turun tergantung bagaimana aktifitasnya, sehingga kita harus mampu dan selalu menyegarkan janji kita untuk dapat selalu konsisten terhadap apa yang kita janjikan. Seseorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memiliki kualitas moral dan spiritual.

7. Konsistensi
Orang yang akan masuk surga hanyalah orang yang mampu memelihara sholat. Untuk mendapatkan sukses dengan mutu tinggi, maka kita harus bekerja dengan konsisten atau memiliki karakter: “small, continous and improvement”; bekerja memulai dari yang kecil-kecil, tapi secara terus menerus dan sampil meningkatkan diri untuk mencapai kualitas prima. Dalam manajemen kita mengenal teknik benchmarking, yaitu suatu teknik untuk mendapatkan sukses, maka lembaga atau seseorang tersebut harus mencari model (qudwah) yang secara terus-menerus di implementasikan dan kemudian di bandingkan hasilnya dari lembaga yang di tiru sampai mendapatkan mutu  yang sama. Ini dapat berhasil apabila di lakukan secara konsisten. (YRI)

 

Print Friendly, PDF & Email