Aksi Demo PAO Minta ‘Keadilan’, Polres Inhil

oleh
Suasana Aksi Demonstrasi PAO didepan kantor Polres Inhil

INHIL, Saturealita.com-Lebih kurang sebanyak 50 orang masyarakat, mengatas namakan Pallapi Arona Ogi’e (PAO) melakukan aksi demontrasi menyampaikan aspirasi depan Polis resort (Polres) Indragiri hilir (Inhil) Senin (19/4/2021).

Sejumlah spanduk dan baliho bertulisan minta keadilan tampak dipajang oleh peserta aksi, bahkan ada spanduk bertulisan “Hanya 1 yang menghina Tuhan yaitu, “Ketidak adilan” pindahkan Kepala polisi resort (Kapolres) Inhil”.

Selain spanduk bertulisan minta keadilan, baliho panglima ormas PAO Anawawi yang ditangkap polisi Polres Inhil juga turut di pajang. “Penyidik Polres Inhil bekerja sesuai dengan semestinya, jangan ada kriminalisasi,” kata Kordinator aksi M Tassaka.

Dalam aksinya, PAO mendukung penegakkan hukum di Polres Inhil, spanduk bertulisan, “Aksi damai, tegakan hukum”, dan poster bertulisan “cukup cintaku kandas, keadilan jangan”.

Sementara itu, orasi kedua dari PAO disampaikan Ahmad Fauzi, tentang isi sila kelima Pancasila yang berbunyi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat Inhil meminta keadilan. “Kami turut berduka cita atas matinya hukum di tanah Inhil, Innalilahi wa innailaihi rojiun,”ungkap Fauzi.

Aksi meminta keadilan ormas PAO depan Polres Inhil tersebut terjadi secara mendadak, Senin siang sekitar pukul 14.30 WIB, dimana terlihat belasan orang membawa spanduk dan baliho protes atas penangkapan yang dilakukan polisi terhadap kelompok tani yang berkonflik dengan PT TH Indo Plantations (PT THIP) yang ingkar janji terhadap penjualan Minyak Kotor (Miko) dari lokasi 6 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT THIP.

Konflik berawal dari, perjanjian pihak PT PHIP yang ingkar, setelah menggarap 800 ha lahan masyarakat Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran. Dalam perjanjianya “PT THIP berjanji melakukan kerjasama penjualan besi tua dan penjual Miko (CPO Asam tinggi, red)” namun perjalananya PT THIP hanya bekerja sama menjual besitua, sedangkan Miko dijual sendiri tanpa melibatkan kelompok tani yang memiliki 800 ha lahan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai oleh PT THIP.

Aksi sekelompok masyarakat di depan Polres Inhil berlangsung singkat, sebab Kasat Intel Polres Inhil AKP Aang Kusmawan mengakomodir dua orang kordinator dari kelompok aksi M Tassaka dan Ahmad Fauzi diajak masuk ke Polres Inhil untuk memberikan penjelasan. “Yang lainya silahkan membubarkan diri, dua orang kordinator ikut saya untuk mendapatkan penjelasan,” kata Kusmawan.

 

Semantara itu LBHI Batas Indragiri menjadi penasihat hukum dari 4 orang tersangka yang diamankan Polres Inhil terkait konflik jual beli Miko PT THIP dengan kelompok tani Usaha Maju Desa Tanjung Simpang, 4 orang tersangka tersebut diantaranya Anawawik Panglima ormas PAO, dan tiga orang dari kelompok tani, Bolar, Thamrin dan M Jasmir.

“Tidak tau kalau tadi ada aksi demo di Polres Inhil terkait klien kami, tadi pagi saya, sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan permohonan gelar perkara dan ke Polres Inhil, terhadap 4 orang klien” kata Direktur wilayah Inhil LBHI Batas Indragiri Akmal SH.

Akmal menjelaskan, ormas PAO juga sudah menyerahkan permohonan pendamping penasehat hukum atas perkara yang menjerat Panglima ormas PAO. “Kami sudah menyiapkan langkah langkah hukum atas apa yang dituduhkan kepada klien kami dan diduga ada kriminalisasi”, tutup Akmal (***/rls)

Print Friendly, PDF & Email