Urgensi Memiliki Visi Hidup

oleh

Oleh : Yusriadi, SE, MM

Orang yang ingin sukses, sebaiknya dia memiliki sesuatu  yang ingin dicapai. Sesuatu yang ingin dicapai itulah yang disebut dengan cita-cita. Cita-cita itu harus mampu menggambarkan kebahagiaan dan kesenangan yang ingin diperoleh. Keinginan besar atau visi pribadi yang baik, adalah sebuah  visi yang dapat memberikan dorongan semangat dan inspirasi jika dikenang. Semakin jelas cita-cita seseorang, maka semakin  bersemangat dan termotivasi seseorang untuk berusaha mencapainya.

Orang bijak mengatakan, dunia orang buta di batasi oleh pandangannya, dunia orang bodoh dibatasi oleh ilmu pengetahuannya, dunia orang besar di batasi oleh visinya. Artinya kendala utama seseorang menjadi orang besar adalah faktor dari visi hidupnya. Ketika kita mampu merumuskan visi besar dalam hidup ini, sesungguhnya ini menjadi titik awal bagi kita dalam proses mewujudkan apa menjadi siapa bagi diri kita. Dengan demikian  dalam kehidupan ini, dibutuhkan visi yang sangat jelas, karena visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Kekuatan visi, membantu kita menciptakan gambaran yang jelas tentang hidup yang ingin kita jalani dan mulai memprogram pemikiran kita untuk memberikan hasil yang persis seperti yang apa yang kita inginkan.

Thomas A Edison adalah penjual koran di kereta api, Jhon D Rockefeller hanya di upah $6 perminggu. Julius Caesar menderita pentakit ayan. Napoleon punya orang tua dari kelas bawah dan jauh dari kategori cerdas. Beethoven seorang yang tuli. Plato berpunggung bungkuk dari Stephen Hawkings lumpuh. Apa yang memberi orang-orang besar ini kekuatan untuk mengatasi kekurangan mereka dan menjadi orang-orang sukses ? Setiap orang mempunyai impian dalam hati mereka yang dapat  mengobarkan api semangat yang tak mampu di padamkan oleh orang lain. Impian dan visi yang kuat sanggup memulai sebuah pekerjaan yang tak sanggup di kerjakan oleh orang lain.

Impian, rencana, visi tetap akan menjadi rumusan hampa tanpa adanya kesungguhan dalam melaksanakannya. Namun cita-cita pribadi kita hendaknya bukan hanya untuk kita sendiri tapi hendaknya memberikan maslahat kepada umat. Dalam sebuah riwayat juga bahwa “keluhuran cita-cita adalah bagian dari keimanan”. Karena orang yang memiliki cita-cita mulia, tujuan yang luhur, tidak akan menjerumuskan mereka dalam kehinaan, dari kemaksiatan dan dari kenistaan. Tentunya kita tidak hanya ingin memiliki cita-cita dunia karena cita-cita akhirat pun tak kalah pentingnya. Berikut ungkapan yang sering kita dengar,”Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kau akan mati esok hari.”

Penulis adalah Praktisi Pemgembangan SDM Untuk Konsultasi dan Training CP.0852-6595-0276

Print Friendly, PDF & Email