H Agusman Sikumbang SH MH Meminta Aparat Kepolisian Segera Lakukan Penyelidikan

oleh
Ketua DPW APPSI dan Ketua FKMPI Riau H. Agusman Sikumbang SH MH

PEKANBARU, Saturealita.com-Sekitar dua hari yang lalu, tepatnya Rabu 1 September 2021, telah terjadi peristiwa diduga pengeroyokan terhadap Ida Yulita Susanti SH MH bersama Suami dan Anaknya oleh sekelompok pemuda beralamat Jalan Rambutan Pekanbaru.

Atas kejadian ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Minang Piaman Indonesia (FKMPI) Riau, H Agusman Sikumbang menegaskan, agar pihak berwajib dalam hal ini pihak kepolisian, agar segera melakukan penyidikan terhadap kejadian tersebut.

“Kota Pekanbaru bukan daerah berutal, sehingga jangan main hakim sendiri. Maka dari itu saya selaku ketua DPW APPSI dan ketua FKMPI, minta kepada penegak hukum, secara cermat untuk menindak para pelaku diduga pengeroyokan tersebut”,katanya, Jum’at, (3/9/2021) diruangan kerjanya.

Agusman menambahkan, prihal dugaan pengeroyokan oleh sekelompok pemuda, sangat miris sekali. Pasalnya yang mereka lakukan terhadap seorang wanita dan suami serta anaknya, tanpa ada sedikitpun rasa kemanusian.

Pada hal, apapun persoalannya semua bisa di musyawarahkan, tidak main hakim sendiri.

“Saya mengharapkan, cobalah berprilaku azas musyawarah dalam menghadapi persoalan sekecil apapun”,terangnya.

Sebagaimana keterangan, Ida begitu panggilan akrabnya yang juga merupakan salah seorang anggota DPRD Kota Pekanbaru dan juga Ketua APPSI kota Pekanbaru, saat ini sedang mengalami memar dan sakit seluruh tubuhnya.

Berawal dari saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya menceritakan bahwa kejadian tersebut bermula ketika menelepon anaknya. Dari pembicaraan, anaknya mengatakan bagian dada terasa sakit akibat dipukul seseorang.

“Mendengar informasi tersebut, siapapun orang tuanya, pasti merasa cemas dan kaget. Lantas saya bergegas bersama suami untuk menghampiri anak saya, saat itu berada disalah satu cafe beralamat Jalan Rambutan Pekanbaru”, katanya.

Dari keterangan Ida, sesuai cerita anaknya, ketika itu mau menuju salah satu cafe. kondisi cuaca pada waktu itu sedang hujan lebat. Akibat hujan tersebut, ruas jalan percis di simpang tiga menuju Jalan Rambutan sedang banjir. Nah, anaknya sedang melitas dijalan tersebut.

Pada saat itu, jalan macet. tiba-tiba salah satu mobil mencoba memotong jalan dimana mobil anaknya terjebak macet, sehingga mengalami sengolan sedikit, namun bisa diselesaikan secara baik.

Lantas, agar biar lancar, mobil bagian belakang mengalah untuk mundur sedikit dan yang depan dapat ruang untuk berputar dan maju.

Dipertengahan jalan, anak Ida dikejar dan dihadang lebih kurang lima orang pemuda dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah berhenti, anak Ida turun dan mempertanyakan kepada pemuda yang menghadang, “ada apa ini bang?. pertanyaan tersebut langsung mendapat jawaban, kau menginjak kaki ku, tanpa berpikir panjang, salah satu pemuda diduga langsung melakukan pemukulan”, sebut Ida menirukan ucapan anak.

Setalah melakukan pemukulan, ditempat kejadian, ada seorang bapak untuk melarainya dan keributan sempat selesai ditempat. Namun, tiba-tiba ada seorang ibu mengatakan, “gara-gara kau lewat, rumah saya jadi banjir. kemudian anak saya meminta maaf kepada ibu tersebut, sembari berkata, kalau ada yang dirugikan”, terangnya.

Niat Baik Ida, Suami dan Anaknya

Terkait persoalan ini, Ida, suami dan anaknya menuju kelokasi tempat kejadian perkara (tkp), dengan niat menyelesaikan persoalannya, jika ada salah sekaligus memohon maaf.

Alhasil, setelah sampai di tkp, anak Ida melihat beberapa pemuda sedang berkumpul dan salah satu pemuda yang memukulnya ada disana. Spontan anaknya memberi taukan kepada Ida, tapi aneh pemuda itu langsung lari masuk rumah menutup pintu dengan cara membatingnya dan salah seorang ibu menjerit histeris sambil berkata, “saya sedang sakit jantung”.

Seiring ibu tersebut menjerit, keluarlah pemuda itu diduga membawa sebilah parang dan beberapa pemuda lainnya ada membawa lingis, kayu dan ikat pinggang, menyerang secara berutal, sehingga melakukan pengeroyokan.

“Suami, anak dan saya dipukul tanpa ampun, pemuda yang diduga membawa sebilah parang mengayunkan dan saya sempat mendorong, namun mengenai bagian belakang kepala anak hingga terluka dan mengeluarkan darah. Tidak sampai disitu, pemuda yang membawa ikat pinggang, memukul badan saya, karena tidak tahan saya mengatakan, ampun bang apa masalahnya kok bisa jadi begini. Karena tidak ada pengampunan dan terus melakukan pemukulan, saya dan anak mencoba lari kesalah satu cafe, disitulah sedikit dapat pertolongan dari pihak cafe maupun pengunjung. Setelah saya buka masker, diantar pengunjung ada yang mengenal saya”,jelas Ida sambil berkata, sebelum dapat pertolongan, saya sempat mendapat tendangan bagian kaki.

Melihat sedikit aman di cafe, Ida minta tolong kepada pihak prmilik cafe dan pengunjung untuk melihat kondisi suaminya yang masih dalam mobil.

“Alhamdulillah, suami saya kondisi baik-baik saja. Ironisnya saat menenangkan diri, tiba-tiba datang seorang laki-laki mengaku RT setempat bersama dengan beberapa warga datang ke cafe untuk meminta agar persoalan ini hanya sampai disini saja, jangan dibawa kemana-mana. Namun saya hanya bisa menanggapi, soal itu nanti aja pak, sekarang kami urus dulu untuk berobat”, tutup Ida, sembari permasalahan ini sudah dilaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini Polresta Pekanbaru. (***)

Print Friendly, PDF & Email