Terkait Dugaan PETI, Aktivis Lingkungan Layangkan Surat Ke Polda Riau

oleh
Foto ist

PEKANBARU, Saturealita.com-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kabupaten Kuantan Singingi marak kembali dan menjadi sorotan berbagai pihak. Tidak hanya di wilayah Kabupaten Kuantan singingi (Kuansing) saja, melainkan sudah menjadi sorotan hingga Provinsi maupun Nasional.

Menanggapi hal tersebut Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli Lingkungan Kabupaten Kuantan Singingi (APMPLKS) Melayangkan surat yang di tujukan Kepada Kapolda Riau Bapak Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, Msi.

Surat Nomor :001/APMPLKS/X/2021 dengan Perihal : Maraknya Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Di Kabupaten Kuantan Singingi itu di terima oleh Petugas Di Ruangan SETUM Mapolda Riau, Senin (11/10/2021) kemarin.

Hal tersebut dibenarkan oleh Koordinator (APMPLKS) Ahmad Fathony,S.H “Benar, Kita sudah sampaikan surat terkait Maraknya Aktivitas PETI di Kuansing khususnya Kecamatan Benai karena Aktivitas tersebut sangat jelas telah melanggar ketentuan UU No 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Minerba”, katanya, Selasa, (12/10/2021).

Dari sisi hukum, aktivitas tersebut tidak memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan melanggar ketentuan Pasal 158.

Adapun Lokasi Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terpantau oleh (APMPLKS) meliput, Aliran Sungai Kuantan Desa Pulau Tongah Kecamatan Benai, Aliran Sungai Desa Pulau Kalimanting Kecamatan Benai.
Tidak hanya di Kecamatan Benai di Kecamatan-Kecamatan Lain yang terpantau beroperasi pun juga di laporkan, semuanya lengkap dengan keterangan dan bukti foto-fotonya.

Di samping itu Riki Wahyu Ramadan. SH yang ikut mendampingi juga mengatakan “Dampak yang di timbulkan oleh aktivitas tersebut sangatlah buruk bagi Kelangsungan hidup regenerasi di masa yang akan datang, adapun dampak yang di timbulkan seperti, Penurunan Kualitas Lingkungan, Sumber Daya Alam (SDA) yang digali secara ilegal akan mengalami degradasi yang parah apa lagi jika menggunakan merkuri yang merusak lingkungan, pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah dari aktivitas pertambangan ilegal mempengaruhi aliran sungai dan mengakibatkan pencemaran air maupun tanah disekitar wilayah tambang. Apa lagi ditambah dengan penggunaan bahan kimia yang tidak adanya batas penggunaannya, dampak sosial, selain mengganggu lingkungan, penambang ilegal juga perpengaruh pada aktivitas masyarakat disekitar tambang, mari kita jaga dan sayangi lingkungan, terutama sepanjang aliran sungai kuantan”, Ucapnya.

Tidak hanya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), juga diharap kepada pihak Polda Riau untuk menyelidiki dugaan adanya tambang batubara Ilegal yang beberapa waktu lalu dan dapat sorot salah satu media Online pada tanggal 7 Oktober 2021 yang berlokasi di Desa Petai Kecamatan Singingi Hilir.

“Besar harapan kita agar aktivitas Ilegal yang ada di Kabupaten Kuansing menjadi atensi dari Polda Riau”, tutupnya. (***/rls)

Print Friendly, PDF & Email