Bual-Bual Bersama Robert Hendrico Menuju Kursi DPRD Riau

oleh -77 views
Suasana bual-bual bersama Robert Hendrico di Posko kemenangan soto 45

PEKANBARU (Saturealita.com)-Sosok aktifitas era tahun 1998 bernama Robert Hendrico, memasuki babak baru dalam dunia perpolitikan dibumi lancang kuning kota Pekanbaru provinsi Riau.

Pria bertubuh gempal berambut tipis memang terkenal dengan pergaulan disemua kalangan, mulai dari pejabat hingga masyarakat dimanapun berada.

Sesuai dengan keinginan banyak orang, dirinya diminta untuk maju sebagai caleg dalam pertarungan pilihan legeslatif (Pileg) pada tahun 2024 mendatang.

Saat pertemuan dengan dirinya di posko pemenangan warung soto 45 yang berada di Jalan Sutomo Pekanbaru, dengan luwes berbicara terkait majunya sebagao calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Riau daerah pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru nomor urut 2 dari Partai Perindo.

“Barangkali, sudah saatnya saya untuk maju dalam kanca perpolitikan yang ada di Provinsi Riau dengan Julukan Bumi Lancang Kuning ini. Tentunya pertama mohon doa restunya untuk pencalegkan dengan menaburkan kebaikan sesama manusia”, jelas aktifis era tahun 1998 kepada media online Saturealita.com.

Lanjut pria yang sering disapa Robert, untuk penaubatan maju sebagai caleg DPRD Riau nantinya, tentu harus komitmen dari awal hingga akhir pertarungan nantinya.

Maka dari itu, pohon yang dulu masih kecil dan sekarang tumbuh menjadi besar serta disokong dengan urat yang kuat, dirinya kembali mengupulkan sahabat, kerabat terdekat untuk wancana bual-bual menuju kursi DPRD Riau.

‘Kita tidak tau, apa yang menjadi rahasia tuhan semesta alam, sebab dan musabab tergirinya diri ini, ikut dalam derasnya juram diarena pertarungan nantinya”, urai dalam bual-bual lepas.

Suanan semangkin mengerucut ataupun tajam julu arah pembicaraan yang bercampur aduk, sesekali menuai harapan sebagai caleg maupun semacam reuni berkisah tempo dulu saat bergerak bersama.

Tak terasa, larut dalam waktu cuaca sesekali panas kemudian mendung dan akhirnya hujan, tanda akhir dalam pertemuan bual-bual disaat hari yang penuh berkah ini.

“Akhir dalam perjumpaan kita, mari saling pererat tali persaudaraan tak memandang suku, ras maupun agama, pilihlah orang yang mau berbuat kebaikan untuk kebersamaan”, tutupnya. (***/tim).

saturealita