Kemelut Koni : Syahrial, Kami Hanya Minta Bayarkan Yang Menjadi Hak Itu Saja

oleh -1,670 views

PEKANBARU (Saturealita.com)-Sidang prihal permohonan perlawanan terhadap sita eksekusi, Nomor 26/pen.PHI/eks-pts/2023/PN Pbr Jo Nomor : 57/Pdt.Sus-PHI/202301/PE/KONI-Riau/I/2024 yang baru digelar, Selasa, (23/1/2024) kemarin bertempat ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru akan belanjut satu pekan kedepan.

Dari persidangan tersebut, eks Pegawai Tidak Tetap (PTT) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau yang diberhentikan secara sepihak, tetap dalam pendiriannya untuk tetap meminta supaya dibayarkan apa yang sudah menjadi haknya.

“Kami dari PTT eks Koni Riau yang diberhentikan secara sepihak dengan ini meminta supaya dibayarkan hak Kami tersebut sesuai dengan putusan Makamah Agung (MA). Dalam hal ini, kami tidak mau tahu lagi apa yang dikatakan verzet, sebab setelah putusan MA dikeluarkan, ada Aamaning sebagian bentuk untuk memberikan kepada pihak Koni Riau kesempatan menyelesaikan keputusan MA tersebut”, Kata Syahrial Azhar, Rabu, (24/1/2024) kepada Media online ini.

Dijelaskan Syahrial, sudah tiga bulan sejak putusan MA, namun tidak ada tindakan dari Pengadilan Negeri (PN), maka pihak PTT eks Koni Riau menyurati kembali, supaya pihak PN mengadakan sita aset.

Lantas, sekitar tanggal 17 Januari 2024 dilakukanlah pembacaan putusan MA didepan kuasa hukum dari Koni tersebut.

“Dalam hal ini, itulah yang Kami tunggu, untuk dibayarkan hak kami sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada yang namanya sagu hati karena sesuai dengan Undang-undang UU nomor 13 tahun 2023 itu merupakan Pesangon bukan sagu hati jadi tolonglah dibayarkan pesangon tersebut”, tegasnya.

Terkait dengan penyitaan, dilakukan PN setelah Aamaning yang kedua tetapi mereka juga tidak melaksanakannya, setelah tiga bulan dan menyurati pihak PN untuk melakukan sita aset.

Sekali lagi, penyitaan aset Koni berupa lima unit mobil, berfungsi untuk niat baik Koni Riau melakukan pembayaran pesangon sebesar Rp.142.500.000 rupiah, jika hasil lelang tersebut melebihi dari pembayaran pesangon nanti diserahkan lagi ke pihak PN.

“Kami hanya mengambil sesuai dengan apa yang menjadi hak dan tidak melebar kemana-mana, dengan kesadaran diri dan mengikuti aturan yang dijalankan sesuai dengan amanat undang-undang negara ini”, ujarnya

Ditempat terpisah melalui via WhatsApp Kuasa hukum PTT eks Koni Riau, Murza Azmir mengatakan, bahwa sangat keliru jika Pelawan mengajukan Verzet terhadap Terlawan Sita Jaminan dan tidak berlandaskan hukum.

Dirinya menyimpulankan yang ingin di sampaikan oleh Terlawan Sita jaminan hanyalah meminta hak-haknya untuk segera di bayarkan.

“Proses ini, saya rasa tidak akan terjadi berlarut-larut, jika Pelawan Sita Jaminan Koni Provinsi Riau dari awal memiliki itikad baik untuk membayar hak Terlawan Sita Jaminan”, terannya.

Kemudian, dalil-dalil yang di sampaikan Pelawan Sita Jaminan hanya berupa proses serta tata cara bagaimana pengambilan asset KONI Provinisi yang mana itu menjadi urusan internal KONI Provinsi Riau.

Sehingga Para Terlawan hanya ingin langsung menerima hasil atau menerima hak mereka dengan dalil-dalil yang disampaikan Pelawan Sita Jaminan diduga terkesan menunda-menunda. Bahkan jika dari awal proses pengambilan asset KONI Provinsi sudah jelas tata caranya dan memiliki itikad baik maka harusnya Pelawan Sita Jaminan KONI Provinsi sudah membayarkan hak-hak para Terlawan sejak putusan terakhir terbit”, tutupnya. (Tim)

saturealita