Pembunuhan di Kebun Jagung: Matdin Tewas Dibunuh Anak Buahnya, Novan Sutisman

oleh -107 views
Wajah pelaku yang menggorok leher bosnya (Dok. Polres OKU selatan)

SUMATRA SELATAN (saturealita.com) – Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, diliputi duka mendalam dengan terungkapnya pembunuhan mengerikan yang menimpa Matdin (55), seorang petani kebun jagung yang ditemukan tewas saat bekerja. Penyelidikan Polres OKU Selatan mengungkapkan bahwa pembunuhnya adalah anak buah korban, Novan Sutisman (39).

Kasi Humas Polres OKU Selatan, Iptu Supardi, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan Novan adalah anak buah Matdin, yang notabene merupakan mandor di kebun jagung tersebut. “Motifnya pelaku ini ngakunya sering dibully oleh korban, korban ini kan bosnya atau mandornya lah,” ujar Supardi, menjelaskan bahwa tekanan psikologis yang dialami Novan menjadi pemicu utama aksi kejam tersebut.

Novan ditangkap oleh polisi sehari setelah kejadian, ketika berusaha bersembunyi di perumahan keluarganya di Desa Sukabaru. Pengakuan dari Novan kepada polisi mengungkapkan bahwa emosi dan tekanan yang terus menerus dari Matdin selama bekerja membuatnya tak tahan, sehingga dia nekat membunuh bosnya sendiri.

“Barang bukti celurit yang dipakai pelaku menganiaya korban juga sudah diamankan,” tambah Supardi, menjelaskan bahwa polisi telah berhasil mengamankan alat yang digunakan Novan untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Novan, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, pelaku dijerat pasal tindak pidana kejahatan Pasal 351 ayat 1 dan 2 KUHPidana. Sekarang pelaku sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang mengejutkan masyarakat di sekitar Desa Sukabaru.

Sebelumnya, Matdin nyaris terbunuh setelah menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat bekerja di perkebunan jagung, Dusun Talang Kacang, Desa Karang Agung, Kecamatan Simpang, OKU Selatan, pada Kamis (22/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Luka bacok di leher membuatnya langsung dibawa ke Klinik Prima Jaya untuk mendapatkan bantuan medis.

Kejadian ini mengejutkan masyarakat, menyoroti pentingnya keamanan di tempat kerja, dan menjadi peringatan akan dampak serius dari pengungkapan atau perundungan di lingkungan kerja. Pihak yang berwenang diharapkan dapat memperkuat upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan mental para pekerja. (***/s.topan)