Oleh-oleh Sarasehan HUT PKNS Riau Ke-27

oleh -10 Dilihat
oleh
pengertian dan pengembangan nilai budaya jaman sekarang
Dalam diskusi terkait nilai kebudayaan
Paguyuban Sebagai Wadah Dakwah kultural

PEKANBARU,saturealita.com-Oleh-oleh dari giat Saresehan, Macopat, Seni budaya dan Pengukuhan Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Riau, dengan paguyuban tempat lompatan spiritualitas Hari Ulang Tahun ke-27.

Dalam kegiatan, memiliki rasa yang memberi sebuah kenangan menarik bagi peserta saresehan budaya pada Sabtu malam (18/4/26) di tengah suasana dingin dan hujan lebat.

Edisi Sarasehan, tampil empat tokoh kebudayaan meliputi, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kusumonegoro Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa dan Penghageng II Kawedanan Darah Dalem, bersama juga Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Yudawijaya Carik KHP. Datu Dana Suyasa, DR. Santoso dan Datuk Saiful Anwar, terkait tentang nilai-nilai paguyuban dalam merangkai ke indonesiaan.

“Ketika kita bicara tentang nilai makna kebudayaan sebenarnya dalam jati diri sedang terjadi transformasi energi spiritual yang mampu menumbuhkan nilai baru dalam adab dan perilaku sebagai kelembutan, kesederhanaan dan kebijaksanaan menyikapi kehidupan sebagai warga sosial, warga masyarakat dan negara sebagai perwujudan hubungan antara hablum minanas dan hablum minallah”, kata Riyono selaku moderator, Selasa, (21/4/26) bertempat Alam Mayang Pekanbaru bertepatan hari Kartini.

Ditambahkannya, dalam diskusi ada hal menarik dari ungkapan para pembicara salah satunya, Datuk Saiful Anwar berucap, harmonisasi Melayu dan pendatang di Riau untuk hidup bersama selalu disebut sebagai “orang kite”, tidak menyebut dari mana asalnya.

Begitu juga halnya, KRT Kusumonegoro menegaskan Yogyakarta kawasan kesultanan memahami betul akan perbedaan warna ragam dari pada kebudayaan itu nilai kesantunan dan etika yang kuat dipelihara dalam suatu wadah khusus dan Keraton senantiasa untuk menjaganya dengan benar.

Sementara DR. Santoso, kesempatan ini mengungkapkan, mereka sangat dan sangat memahami kebudayaan itu akan memiliki lompatan spiritual lebih dari pada teori-teori maslow yang ada. Karena mereka berkorban untuk bisa menikmati sekaligus dinikmati sebagai bagian dalam satu kehidupannya dan sangat berarti dalam menjaga ke Indonesia.

Riyono dalam akhir diskusi saresehan mengajak semua segenap warga Riau khususnya penikmat kebudayaan, mari selalu menjaga, agar energi peradaban hadir sebagai kearifan ke Indonesiaan yang majemuk. ***