Dinkes Pekanbaru Diduga Bungkam

Kesehatan6 Dilihat
Keluhan Soal Distribusi Peserta BPJS di FKTP Tak Kunjung Dijawab

Pekanbaru,saturealita.com/-Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru diduga bungkam terhadap keluhan pelaku UMKM kesehatan. Surat pengaduan terkait distribusi peserta BPJS Kesehatan di FKTP yang dinilai tidak merata hingga hari ini tak kunjung mendapat jawaban resmi.

Keluhan itu disampaikan Kasmila Depi, pemilik Klinik Sentra Medika di Jalan Rajawali Sakti No. 05, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya. Ia mengaku kliniknya mengalami defisit Rp21,6 juta per bulan akibat minimnya alokasi peserta BPJS.

“Distribusinya timpang. Klinik kami sepi peserta BPJS, sementara klinik lain kebanjiran. Ujungnya kami yang tekor Rp21,6 juta setiap bulan,” ujar Kasmila melalui kuasa hukumnya, (Kamis 10/9/2026).

Surat Resmi Tak Digubris

Kuasa hukum dari LBH BAHU Prabowo DPD Riau, Wanton, SH.MH.M.Si, Alimin Nababan, SH, dan Boyke Amri, SH, memastikan telah melayangkan surat resmi ke Dinkes Pekanbaru.

“Kami sudah kirim surat Nomor: 089/LBH-PRABOWO/S/2026 kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Beliau adalah pembina FKTP dan satker yang bertanggung jawab langsung. Tapi sampai sekarang nihil jawaban tertulis,” kata Wanton.

Menurutnya, lambannya respon Dinkes sangat disayangkan. Padahal persoalan ini menyangkut keberlangsungan layanan kesehatan primer dan nasib UMKM di bidang kesehatan.

“FKTP itu garda terdepan. Kalau distribusi peserta BPJS tidak adil, klinik kecil bisa tutup. Yang rugi nanti masyarakat juga karena pilihannya makin sedikit,” tegasnya.

Harap Evaluasi Segera

Kasmila Depi berharap Dinkes Pekanbaru segera membuka ruang dialog dan mengevaluasi sistem distribusi peserta BPJS di FKTP agar lebih transparan dan merata.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum mendapat tanggapan. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *