Tak Sekedar Arak-arakan! WongRiau Pungut Sampah Jaga Rumah Besar Bersama

Bukti Kepedulian Nyata Terhadap Lingkungan, Nyaman, Bersih dan Asri

Budaya, News64 Dilihat

PEKANBARU,Saturealita.com-Semangat menjaga kebersihan lingkungan ditunjukkan WongRiau, salah satu peserta Arak-arakan Keragaman Budaya Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam rangka menyambut Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026. Tak sekadar memeriahkan kegiatan budaya, WongRiau juga menunjukkan kepedulian nyata dengan mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar lokasi kegiatan.

Aksi peduli lingkungan tersebut dipimpin langsung oleh Singgih Supriyadi, Koordinator WongRiau dari Paguyuban Kawulo Ngyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Riau, bersama sejumlah anggotanya, Minggu (18/10/2026).

Di sela-sela kegiatan memungut sampah, Singgih menjelaskan bahwa aksi tersebut berawal dari kepedulian bersama setelah melihat sampah berserakan di sekitar lokasi arak-arakan.

Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan banyak orang semestinya tidak hanya menjadi ajang menampilkan kekayaan tradisi dan keberagaman, tetapi juga menjadi momentum menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini ide kita bersama, yang juga diaminkan Ketua PKNS Riau, Riyono Gede Trisoko. Melihat sampah berserakan, kami tergugah untuk melakukan aksi tersebut,” kata Singgih.

Ia menegaskan, aksi sederhana itu merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, dan asri.

Bagi WongRiau, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dengan kegiatan besar. Langkah sederhana seperti memungut sampah yang berserakan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat, terutama ketika dilakukan secara bersama-sama.

Budaya dan Kepedulian Lingkungan Harus Berjalan Beriringan

Kehadiran WongRiau dalam arak-arakan keragaman budaya LAMR menyambut HKN 2026 menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.

Keberagaman budaya mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan ruang publik setelah kegiatan berlangsung.

Aksi yang dilakukan Singgih Supriyadi bersama anggota WongRiau diharapkan mampu menginspirasi peserta kegiatan maupun masyarakat luas agar tidak membiarkan sampah berserakan di lingkungan sekitar.

Sebab, kemeriahan sebuah acara bukan hanya diukur dari banyaknya peserta dan semaraknya pertunjukan, tetapi juga dari kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan serta menghormati lingkungan.

WongRiau telah memberikan pesan sederhana namun bermakna melestarikan budaya adalah kebanggaan, sedangkan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *