Pengendara dan Warga Setempat Sangat Menyayangkan Kok Tidak Ada Perhatian Pemerintah

oleh -1,912 views
oleh
Kondisi jalan Parit Indah yang begitu banyak lubang maut

PEKANBARU Saturealita.com- Lubang maut yang ada dikawasan jalan lintas Parit Indah Kelurahan Bukit Raya Kecamatan Marpoyan DamaiPekanbaru, masih mengangah begitu saja.

Lubang maut tersebut sangat berbahaya sekali buat pengendara kendaraan, khususnya bagi kendaraan sepeda motor roda dua yang setiap hari melintas disana.

Sebut saja Eri (35) seorang pengendara sepeda motor, Ahad siang (1/9/2019) yang hampir saja terjatuh dari kendaraan, mengatakan sangat kecewa kepada pemerintah, apakah provinsi atau kota yang membiarkan kondisi jalan tersebut.

“Saya sangat menyangkan, kok tidak ada perhatian pemerintah dengan kondisi jalan tersebut, pada hal sangat membahayakan bagi pengendara terutama sepeda motor roda dua”, katanya.

Ditempat yang sama, Fredi (28) warga setempat, mengungkapkan lubang-lubang maut ini bukan hanya satu, namun sepanjang Jalan Parit Indah banyak sekali, apa lagi saat hujan deras, otomatis jalan banyak yang berlubang.

Memang soal perhatian pemerintah, sudah ada tindakan dengan menempel jalan melalui proyek Pengerjaan Umum (PU). Namun yang jadi masalah kekuatan dan ketahanan jalan tersebut tidak begitu maksimal, sehingga jalan tersebut sering rusak.

“Saya rasa, ini jadi perhatian pemerintah untuk mengingatkan kembali bagi perusahaan yang memenangkan proyek tersebut, untuk lebih memperhatikan kekuatan dan ketahanan jalan tersebut”, ungkapnya.

Selain faktor alam yakni hujan sebagai penyebab rusaknya jalan tersebut, juga kendaraan bertonase besar juga bebas lalu lalang, apa lagi saat tengah malam.

“Saya berhadap, jangan lagi tunggu banyak korban, pemerintahan sebagai pemegang kendali, agar berkoordinasi dengan pihak terkait, guna memecahkan masalah ini. Ironisnya, ditepi jalan berlubang tersebut ada jual beli kendaraan mobil roda empat, jika orang terjatuh, otomatis akan menabrak mobil-mobil yang dipanjang untuk dijual belikan”, pungkasnya. (***)